1 November 2014 / 8 Muharram 1436

Sosialisasi Zakat Jangan Hanya di Bulan Ramadhan


Sosialisasi zakat di bulan Ramadhan terus bergulir. Setelah menggandeng Kementerian Agama RI beberapa waktu lalu, kini giliran perbankan syariah yang diajak.  Ketiga pihak, yakni Forum Zakat, Kementerian Agama dan perbankan syariah berkumpul bersama di Kantor Kemenag, Jl. Thamrin Jakarta, pada Rabu 10 Agustus 2011 untuk mencari format yang tepat dalam rangka sosialisasi zakat.

Alasan dilakukan pertemuan tersebut karena masing-masing memiliki kelebihan. Di samping juga memiliki kelemahan. Oleh karenanya perlu bersinergi dan saling menguatkan antara satu dengan lainnya.

Pemerintah dengan kekuatan stukturalnya dapat mengintruksikan ke seluruh jajarannya dari pusat hingga daerah untuk melakukan pungutan zakat melalui BAZ (Badan Amil Zakat). Sementara perbankan syariah merupakan lembaga keuangan yang dapat menjadi fasilitator umat dalam menyalurkan zakatnya ke lembaga.  Sedangkan Forum Zakat (FOZ) dengan jaringan organisasi pengelola zakat di seluruh Indonesia akan terbantu di dalam pengumpulan zakatnya.

“Potensi zakat kita (Indonesia, red) sangat besar, namun pemerintah menyadari  punya banyak kelemahan. Oleh karena itu kita harus bergandeng tangan agar potensi ini dapat terhimpun optimal,” ujar Isbir Fadli Kasubdit Kelembagaan Direktorat Pemberdayaan Zakat Kemenag RI saat memberikan sambutan di acara tersebut.

Apalagi tindakan itu didukung oleh regulasi zakat Indonesia. Di dalam UU No.38 tahun 1999 pasal 12 ayat 2 disebutkan bahwa dalam pengelolaan zakat organisasi pengelola zakat diperbolehkan bekerjasama dengan perbankan, termasuk perbankan syariah. 

Di lain pihak, untuk membangun kepercayaan masyarakat, kata Isbir, organisasi pengelola zakat harus meningkatkan kinerjanya. Melalui program-program kerja yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. 

Pemahaman zakat masyarakat juga perlu ditingkatkan. Agar masyarakat mengerti bahwa zakat bukan hanya zakat fitrah, tapi ada juga zakat mal yang jenisnya justru lebih banyak dibanding zakat fitrah, kata Isbir.

Sementara Ketua Umum Forum Zakat, Ahmad Juwaini mengingatkan agar sosialisasi zakat jangan hanya dilakukan di bulan Ramadhan, namun di bulan lain juga terus dilakukan. Sebab jika hanya dilakukan di bulan Ramadhan, maka akan terbentuk persepsi bahwa zakat hanya ditunaikan di bulan Ramadhan. 

Perbankan syariah juga diminta agar meningkatkan kemudahan masyarakat yang akan berzakat.  Anggapan masyarakat bahwa perbankan syariah masih belum memiliki fasilitas dan kemudahan masyarakat dalam berzakat harus dijawab dengan bukti nyata. Karena dengan demikian, masyarakat akan beralih berzakat dari perbankan konvensional menuju perbankan syariah. 

Abdurrahman Gayo dari Lembaga Amil Zakat Al Azhar Peduli Ummat mengusulkan agar simpul-simpul masyarakat juga digandeng dalam sosialisasi zakat. Seperti kampus, pesantren dan masjid. “Karena di sanalah basis umat Islam berada,” kata Rahman. 

Sebagai tindaklanjut dari acara tersebut, selama bulan Ramadhan ini akan digelar sosialisasi zakat di berbagai kota di Indonesia, dengan menggandeng perbankan syariah, pemerintah dan organisasi pengelola zakat. [n]

ANGGOTA AKTIF
 
SIKAP KAMI
Garut, Daerah Paling Rawan Bencana di Indonesia
50 Ribu Jiwa di Yogyakarta Terancam Banjir
YOUTUBE
TWITTER FOZ
STATISTIK PENGUNJUNG
Anda Pengunjung Ke-9266
Hari Ini27
Kemarin43
Bulan Ini39
Total9266
IP Anda174.129.74.186