Ruang Tengah Spesial Milad FOZ Ajak Amil Perkuat Kesehatan untuk Menunjang Produktivitas Amal

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ruang Tengah bersama dr. Deta

Forum Zakat, Jakarta — Forum Zakat (FOZ) mengajak para amil untuk memberi perhatian lebih pada kesehatan dan kebugaran fisik sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Ruang Tengah Spesial Milad FOZ bertajuk “Memberi Hak Tubuh Sebelum Memberi Dampak” yang digelar secara daring pada Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang dibuka Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, tersebut diikuti 59 peserta dari kalangan amil. Sesi perdana ini secara khusus membahas pola hidup sehat dan pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah tuntutan aktivitas amil yang dinamis.

Dalam pembukaannya, Wildhan mengingatkan bahwa menjalankan amanah di gerakan zakat membutuhkan bekal yang utuh, tidak hanya secara mental dan spiritual, tetapi juga fisik serta ilmu. Kondisi fisik menjadi salah satu penopang penting agar amil dapat menjalankan peran pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Perhatian terhadap kesehatan juga menjadi semakin relevan bagi para amil. Kabar duka atas berpulangnya salah satu amil terbaik menjadi pengingat bersama bahwa tubuh memiliki hak untuk dijaga, dirawat, dan dikelola dengan baik. Karena itu, kesehatan fisik perlu ditempatkan sebagai bagian dari kesiapan seorang amil dalam menjalankan amanahnya.

Pada sesi utama, dr. Deta membawakan materi “Optimalisasi Kesehatan & Kebugaran Fisik untuk Produktivitas Amal”. Ia mengaitkan kesehatan dengan kemampuan seseorang untuk mempertahankan produktivitas dalam beramal dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut materi yang disampaikan, produktivitas seseorang dapat menghadapi sejumlah hambatan, mulai dari meninggal dunia, menjalani kehidupan dalam kondisi sakit-sakitan, hingga berada dalam kondisi sehat tetapi tidak memiliki kebugaran fisik yang memadai. Karena itu, menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran menjadi bagian penting agar usia yang dimiliki dapat diisi dengan aktivitas yang produktif.

Dalam perspektif yang dibahas, kehidupan manusia memiliki fase yang saling berkesinambungan, sebagaimana digambarkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 28. Tubuh yang digunakan dalam kehidupan dunia memiliki keterbatasan sehingga perlu dipelihara agar dapat mendukung manusia dalam menjalankan berbagai amal dan aktivitas selama hidup.

Dr. Deta juga menjelaskan perbedaan antara sehat, bugar, dan kuat. Sehat berkaitan dengan kondisi tubuh dan kemampuan mempertahankan usia, sementara kebugaran berkaitan dengan kemampuan menjalani aktivitas secara produktif. Adapun kekuatan lebih berkaitan dengan kemampuan fisik, seperti mengangkat atau menahan beban.

Untuk menjaga kondisi tersebut, peserta diajak mengenal pola hidup CERDIK, yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan rokok, rajin berolahraga, diet dengan pola seimbang, istirahat yang cukup, serta mengelola stres. Pemeriksaan rutin yang disoroti antara lain tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta gula darah.

Dari sisi aktivitas fisik, olahraga aerobik seperti berjalan, berlari, dan senam menjadi salah satu bentuk latihan yang ditekankan untuk meningkatkan kebugaran. Materi juga merujuk pada anjuran aktivitas fisik hingga 300 menit per pekan atau sekitar lima kali dalam sepekan, dengan latihan otot atau beban sebagai tambahan sekitar dua kali dalam sepekan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai persoalan kesehatan, termasuk meminta masukan terkait pilihan olahraga dan pola makanan yang dapat mendukung kondisi tubuh.

Ruang Tengah Spesial Milad FOZ ini menjadi bagian dari upaya FOZ menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berkaitan dengan penguatan kapasitas profesional amil, tetapi juga aspek personal yang menunjang keberlanjutan pengabdian. Menjaga kesehatan tubuh menjadi salah satu bekal agar amil dapat terus hadir, melayani, dan memberikan dampak bagi masyarakat.