
Forum Zakat, Aceh Utara — Rumah Zakat terus menguatkan peran pendampingannya dalam fase pemulihan pascabencana di Aceh Utara melalui pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak. Upaya ini mendapat apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan menjadi penguat komitmen Rumah Zakat dalam menghadirkan pemulihan yang berkelanjutan.
Saat ini, proses pembangunan Huntara masih terus berlangsung dengan target sebanyak 100 unit untuk warga yang rumahnya terdampak banjir. Huntara dibangun dengan memanfaatkan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir, sehingga material lokal yang ada dapat kembali bernilai guna bagi masyarakat.
Pembangunan Huntara Rumah Zakat mengusung skema Cash for Work, yakni melibatkan langsung warga sekitar dalam proses pembangunan. Sebelum pelaksanaan, warga terlebih dahulu mengikuti workshop atau pelatihan pembangunan Huntara agar memiliki keterampilan yang memadai dan standar bangunan tetap terjaga.
Skema ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal sementara yang layak, tetapi juga membuka akses penghasilan bagi warga di masa pemulihan. Dengan demikian, proses recovery tidak berjalan satu arah, melainkan tumbuh bersama masyarakat terdampak.
Kolaborasi antara masyarakat, relawan, mitra, dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam pembangunan Huntara ini. Pola pemulihan berbasis partisipasi warga tersebut ke depan akan terus dikembangkan dan diimplementasikan di wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera, agar proses bangkit pascabencana dapat berlangsung secara inklusif, berdaya, dan berkelanjutan.









