Multi-Stakeholder Forum Siapkan Implementasi Program Desa Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Multi Stakeholder Forum

Forum Zakat, Jakarta – Multi-Stakeholder Forum (MSF) yang diinisiasi oleh Philanthropy Forum Indonesia (PFI), Humanitarian Forum Indonesia (HFI), dan Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar forum lanjutan pada Rabu, 28 Januari 2026. Pertemuan ini membahas perkembangan program, strategi pendanaan, serta langkah konkret menuju implementasi program pemberdayaan desa berbasis kolaborasi lintas sektor.

Forum MSF saat ini didukung oleh tiga aliansi besar filantropi nasional, yakni PFI, HFI, dan FOZ. Ketiganya menyepakati arah bersama untuk memperkuat peran filantropi dalam menjawab tantangan pembangunan desa di Indonesia melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, disepakati enam fokus program utama MSF, meliputi pemberdayaan ekonomi, pendidikan, iklim dan lingkungan hidup, pengentasan kemiskinan, kesehatan, serta kampanye dan komunikasi. Setiap fokus program akan dikawal oleh knowledge partner dan kolaborator utama yang memiliki portofolio dan rekam jejak kuat, guna memastikan kredibilitas, kualitas implementasi, serta dampak program yang terukur.

Forum juga menekankan pentingnya strategi kampanye dan komunikasi yang kuat dan adaptif, seiring dengan pendekatan pendanaan yang akan mengandalkan skema crowdfunding. Langkah ini diharapkan dapat memperluas partisipasi publik dan memperkuat dukungan terhadap agenda pemberdayaan desa.

Sejak Oktober 2025, rangkaian workshop dan forum diskusi (FGD) yang dilaksanakan MSF telah dijadikan bagian dari project management untuk mematangkan konsep dan kesiapan implementasi. Puncaknya, MSF akan menggelar workshop lintas sektor pada 30 Januari 2026, yang juga direncanakan menjadi momentum penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Ketua PFI, Rizal, menegaskan perlunya penentuan lokasi desa pilot pertama sebagai bentuk aksi nyata dari kolaborasi MSF. Ia juga menekankan bahwa kampanye publik perlu segera dimulai agar masyarakat dapat memahami dan terlibat dalam gerakan ini.

Sementara itu, Ketua Forum Zakat, Wildhan Dewayana, menyoroti pentingnya perluasan komunikasi dengan Kementerian Agama RI, serta perlunya kejelasan indikator pemilihan desa dan sasaran program. Menurutnya, pelibatan sumber daya lintas lembaga dan rencana kolaborasi dalam program Ramadhan Berdaya bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia (Kemenko PM) menjadi bagian penting dari agenda ke depan.

Dari sisi HFI, Ketua HFI Romi menekankan agar implementasi MSF tetap selaras dengan konsep dan semangat awal kolaborasi. Ia juga menilai dukungan pemerintah, terutama dari aspek regulasi dan advokasi, menjadi faktor kunci agar gerakan filantropi lintas sektor ini dapat berkembang secara berkelanjutan. Integrasi pemilihan desa dengan strategi pemerintah dinilai akan mempermudah sinkronisasi kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, Forum MSF akan mengumpulkan rekomendasi lokasi desa, program prioritas, serta proyeksi pendanaan, dilanjutkan dengan quick assessment desa, penyusunan strategi komunikasi kampanye, peluncuran resmi aliansi filantropi MSF, hingga implementasi program di desa percontohan.

Forum MSF menargetkan kolaborasi ini menjadi model sinergi filantropi nasional yang mampu menghadirkan solusi pembangunan desa secara terukur, inklusif, dan berdampak luas melalui kerja bersama multipihak.