Forum Zakat, Jakarta — Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar Forum Zakat Spesial Milad secara daring pada Selasa pagi (22/9/2026). Memasuki rangkaian pembinaan bagi insan zakat, kegiatan kali ini menghadirkan K.H. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym dengan tema “Menjaga Hati, Menguatkan Langkah”. Sekitar 298 peserta mengikuti sesi tersebut.
Ketua Umum FOZ Wildhan Dewayana menyampaikan apresiasi kepada Aa Gym yang berkenan memberikan tausiyah kepada para amil. Menurutnya, kekuatan hati menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas amal dan perjalanan seorang amil dalam melayani masyarakat.
“Setelah sebelumnya kita bersama dr. Deta belajar mengenai kesehatan fisik, kali ini kita bersama-sama menimba ilmu tentang bagaimana menjaga hati dan menguatkan langkah,” ujar Wildhan.
Dalam tausiyahnya, Aa Gym mengingatkan bahwa ukuran kesuksesan tidak berhenti pada pencapaian duniawi. Kesuksesan yang lebih mendasar terletak pada akhlak, sementara kesuksesan yang nyata adalah ketika seseorang memperoleh keselamatan dan masuk ke dalam surga.
Karena itu, menurut Aa Gym, akhlaqul karimah menjadi salah satu hal yang perlu terus diupayakan. Sebaliknya, persoalan hati dapat menjadi penghambat seseorang dalam beramal apabila tidak dikenali dan dibersihkan.
Aa Gym menyebut sejumlah penyakit hati yang perlu diwaspadai, mulai dari hati yang mati hingga kondisi batin yang dipenuhi kecemasan dan keruwetan. Ia kemudian menggunakan istilah “TENGIL” untuk mengingatkan peserta terhadap beberapa sifat yang dapat merusak hati, yakni takabur atau ujub, egois, dengki, dan licik.
Takabur, misalnya, dapat muncul ketika seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain. Aa Gym mencontohkan kisah Iblis yang menolak bersujud kepada Adam sebagai gambaran kesombongan. Sementara egoisme perlu dilawan dengan keikhlasan, dengki dengan upaya membersihkan hati, dan kelicikan dengan kejujuran.
Ia juga mengingatkan bahwa keikhlasan tidak harus selalu disertai dengan pengakuan manusia. Prinsip wa kafa billahi syahida menjadi pengingat bahwa Allah cukup sebagai saksi atas setiap amal yang dilakukan.
“Tidak perlu menunggu orang lain membalas kebaikan kita,” pesan Aa Gym dalam sesi tersebut.
Bagi seorang amil, menjaga hati juga tidak dapat dipisahkan dari hubungan dengan orang-orang terdekat. Aa Gym mengingatkan bahwa salah satu ukuran akhlak yang baik adalah bagaimana seseorang memperlakukan keluarga dan orang-orang yang berada paling dekat dengannya.
Ia turut mengutip QS. Ali Imran ayat 134 tentang ciri orang bertakwa, yakni mereka yang tetap berinfak dalam kondisi lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang lain. Ayat tersebut juga menegaskan kecintaan Allah kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Dalam pembahasan mengenai keikhlasan, Aa Gym mengajak peserta membangun kebiasaan melalui amal-amal yang tidak diketahui banyak orang. Salah satunya dengan memperbanyak amal rahasia dan tidak menjadikan balasan dari manusia sebagai ukuran atas kebaikan yang dilakukan.
Sementara dalam mengelola amarah, Aa Gym menjelaskan bahwa kemarahan dapat muncul dari dorongan internal berupa nafsu maupun pengaruh dari luar berupa godaan setan. Karena itu, ia mengingatkan beberapa langkah yang dapat dilakukan ketika marah, seperti membaca ta’awudz, mengubah posisi, menahan diri untuk tidak berbicara, serta membaca QS. Al-Isra ayat 53.
Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi bagi para amil bahwa perjalanan dalam gerakan zakat bukan hanya membutuhkan kemampuan bekerja dan ketahanan fisik, tetapi juga hati yang terus dijaga.
Melalui Forum Zakat Spesial Milad, FOZ memperluas ruang belajar bagi insan zakat. Dari menjaga tubuh agar tetap sehat hingga menjaga hati agar tetap ikhlas dan berakhlak. Dua hal tersebut menjadi bekal penting agar langkah pelayanan dan amal dapat terus dijalankan dengan baik.









