Forum Zakat – Dalam perayaan Milad ke-23, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) meluncurkan program Save Our School, sebuah inisiatif pendidikan yang menargetkan renovasi 300 sekolah di seluruh Indonesia. Program ini diluncurkan pada Rabu (23/7/2025) di Jakarta, bersamaan dengan perayaan Milad Lazismu.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyatakan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen Lazismu untuk memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di sektor pendidikan. “Angka 300 mungkin terlihat kecil, tetapi inisiatif ini adalah upaya nyata untuk menggerakkan kesadaran dan aksi, terutama bagi Lazismu di seluruh daerah agar memberikan dampak nyata untuk lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, menambahkan bahwa Save Our School diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung pemerintah yang terus menjadikan pendidikan sebagai prioritas, seperti melalui program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat. “Kami berharap Lazismu semakin meningkatkan akuntabilitas agar kepercayaan publik semakin tinggi, sehingga lebih banyak zakat, infak, dan sedekah yang dapat disalurkan untuk membantu pendidikan,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang hadir dalam acara tersebut. Mu’ti menilai program ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Lazismu. “Sebagai Mendikdasmen, saya berterima kasih atas kepedulian Lazismu dalam memperbaiki fasilitas sekolah. Upaya ini sangat bermanfaat, termasuk program Lazismu lainnya seperti beasiswa dan dukungan bagi guru honorer,” katanya.
Melalui Save Our School, Lazismu menegaskan perannya sebagai gerakan filantropi Islam yang tidak hanya menyalurkan dana ZIS, tetapi juga membangun masa depan pendidikan yang lebih layak. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat dan lembaga lain untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.









