Forum Zakat – Forum Zakat (FOZ) melakukan kunjungan ke Sekretariat Nasional (Seknas SDGs) Bappenas RI pada Jumat, 11 April 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mengembangkan sinergi antara pengelolaan zakat dan pencapaian agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Pertemuan antara FOZ dan Seknas SDGs berfokus pada pengembangan pilot project pelatihan bertema Zakat dan SDGs. Inisiatif ini muncul dari kesadaran bahwa berbagai program yang dijalankan oleh lembaga zakat sejatinya telah sejalan dengan prinsip-prinsip dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Namun, dalam praktik implementasi dan pelaporannya, masih banyak ditemui ketidaktepatan dalam memilih indikator SDGs yang relevan dan mendasar. Hal ini berdampak pada kualitas pelaporan dan kurang maksimalnya posisi strategis zakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan agenda global yang disepakati oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015. Terdiri dari 17 tujuan dan 169 target, SDGs bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, melindungi lingkungan, serta memastikan kehidupan yang layak dan berkelanjutan bagi semua orang pada tahun 2030.
Pemerintah Indonesia mengintegrasikan SDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dan salah satu aspek pentingnya adalah kolaborasi multipihak, termasuk dengan sektor filantropi seperti lembaga zakat.
Dalam konteks inilah, Forum Zakat melalui Bidang Literasi dan Inovasi berinisiatif untuk menghadirkan pelatihan SDGs yang menyasar para amil zakat di seluruh Indonesia. Program ini akan dikembangkan dalam bentuk kurikulum pembelajaran terstruktur, yang selanjutnya akan disebarluaskan melalui platform digital Sekolah Amil Indonesia.
Kehadiran kurikulum ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman amil terhadap kerangka kerja SDGs, sekaligus meningkatkan akurasi dalam pemetaan program zakat terhadap tujuan-tujuan SDGs yang relevan.
Melalui kerja sama ini, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pengetahuan, tetapi juga untuk mendukung peningkatan kapasitas pelaporan program zakat agar lebih sesuai dengan standar pembangunan nasional dan global. Dengan memahami konteks SDGs secara menyeluruh, para amil diharapkan dapat menyusun program zakat yang lebih strategis dan berdampak, serta menyusun laporan yang akuntabel dan berbasis data.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Forum Zakat yaitu Humairoh Anahdi (Wakil Bidang Literasi dan Inovasi), Citra Widuri (Associate Expert), dan Teguh Samudra (Manager Bidang Literasi dan Inovasi). Sementara dari pihak Seknas SDGs Bappenas diwakili oleh Luhur Fajar selaku Financing Expert.
Langkah ini menunjukkan komitmen bersama antara Forum Zakat dan Seknas SDGs dalam memperkuat kontribusi sektor zakat terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terukur dan berbasis data, kolaborasi ini diharapkan menjadi model dalam memperkuat literasi SDGs di kalangan pegiat zakat dan lembaga filantropi Islam di Indonesia.









