Forum Zakat – Potret ketenagakerjaan Indonesia saat ini menunjukkan tantangan serius yang perlu ditanggapi dengan langkah konkret dan kolaboratif. Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, mengungkapkan bahwa dari total penduduk usia kerja di atas 15 tahun sejumlah 216,79 juta jiwa, terdapat 153,05 juta jiwa sebagai angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, 145,77 juta orang telah bekerja, sementara 7,28 juta lainnya masih menganggur, menjadikan tingkat pengangguran nasional sebesar 4,76%.
Lebih jauh, data menunjukkan bahwa sebagian besar angkatan kerja terserap di sektor informal (56,57%), sementara sektor formal hanya menampung sekitar 38,67%. Komposisi pendidikan pun menjadi faktor penting, dengan pengangguran tertinggi tercatat pada lulusan SMK (1,84 juta orang), disusul oleh lulusan SD/SMP (2,31 juta orang), universitas (842 ribu orang), dan diploma (170 ribu orang). Ini mencerminkan adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata pasar kerja.
Melihat kompleksitas tantangan ketenagakerjaan di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong penguatan Labor Market Information System melalui platform SIAPkerja. Sistem ini bertujuan menghubungkan data kebutuhan industri dengan kapasitas tenaga kerja yang tersedia, sebagai bagian dari strategi nasional untuk mengoptimalkan bonus demografi dan menjawab tantangan produktivitas.
Sejalan dengan upaya konkret memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional, Paradaya Movement hadir sebagai kolaborasi multipihak yang menyatukan sektor swasta, pemerintah, dan gerakan zakat. Program ini diinisiasi oleh PT Paragon Corp bekerja sama dengan Sekolah Amil Indonesia dan Forum Zakat, serta menggandeng Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di seluruh Indonesia sebagai mitra implementasi.
Paradaya Movement bukan sekadar pelatihan keterampilan, melainkan gerakan kolektif untuk menjembatani mustahik agar naik kelas menjadi muzakki. Dengan pendekatan capacity building, penerima manfaat dilatih, dibimbing, dan dihubungkan dengan dunia industri dan balai latihan kerja yang relevan. Program ini membangun ekosistem saling terhubung yang berkelanjutan, di mana alumni penerima manfaat juga turut memberi kembali dan mendukung generasi berikutnya.
Program ini juga mencerminkan dukungan terhadap strategi Gerakan Peningkatan Produktivitas Nasional yang dipaparkan Menaker (28/05/2025). Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) dan daerah berperan mengembangkan kebijakan, promosi, edukasi, dan peningkatan kapasitas produktivitas. Semua pihak termasuk sektor pendidikan, publik, industri, hingga komunitas, harus bersinergi dalam satu ekosistem untuk membentuk SDM produktif dan productivity specialist bersertifikasi internasional.
Paradaya Movement menjadi contoh nyata bagaimana gerakan zakat bisa bersinergi dalam ekosistem ketenagakerjaan, menghadirkan solusi terintegrasi dari hulu ke hilir mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga penempatan kerja. Dengan model kolaborasi seperti ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk menurunkan angka pengangguran dan mendorong produktivitas nasional secara berkelanjutan.









