Forum Zakat – Fundraising dalam dunia lembaga zakat bukan sekadar aksi menghimpun dana, tapi kerja strategis yang membutuhkan ketepatan alat, kemampuan adaptasi, dan fondasi pemahaman yang kuat. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam Bimbel Amil Zakat Batch 22 bertema “Menentukan Tools yang Tepat untuk Fundraising yang Efektif dan Efisien”, yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 17 Juni 2025.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Sekolah Amil Indonesia (SAI) sebagai bagian dari Forum Zakat, dan menghadirkan Dea Sunarwan, Philanthropy Management Partner sekaligus Consultant Director Deft.id, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Dea menegaskan bahwa penggunaan tools fundraising sejatinya bersifat dinamis dan kontekstual. Artinya, alat yang digunakan saat ini mungkin tidak lagi relevan dalam satu atau dua tahun mendatang.
“Fundraising bukan hanya urusan alat bantu. Ia adalah proses strategis yang menuntut tim yang tangguh, kreatif, dan adaptif,” tegas Dea. “Tools hanyalah penunjang. Keberhasilan fundraising terletak pada bagaimana kita memahami medan, membangun sistem, dan merawat relasi dengan donatur.”
Fundraising Bukan Sekadar Alat, tapi Cara Pandang
Dea juga mengkritisi kesalahan umum yang sering terjadi di internal tim penggalangan dana. Banyak lembaga yang menempatkan fundraising sebagai pekerjaan administratif belaka, padahal tim fundraising seharusnya menjadi ujung tombak yang inovatif dan strategis.
Melalui Bimbel Amil Zakat Batch 22, peserta diajak memahami:
- Prinsip dasar pemilihan tools fundraising
- Segmentasi dan kanal distribusi fundraising
- Perencanaan berbasis kapasitas tim dan anggaran
Tools berbasis AI (Artificial Intelligence) - Tantangan dan solusi dalam implementasi tools di lembaga zakat
Dea menekankan pentingnya mengenali segmentasi donatur secara mendalam: apakah mereka retail online, retail offline, korporasi, atau komunitas. Setelah itu, barulah ditentukan channel atau saluran utama (offline/online) dan dievaluasi kapasitas tim serta anggaran yang tersedia.
“Jangan sekadar FOMO atau meniru tools dari lembaga lain. Yang perlu dikaji adalah mengapa mereka memilih tools tersebut dan bagaimana tools itu relevan dengan konteks fundraising mereka,” tambahnya.
Tools Harus Relevan dan Eksekutabel
Pesan penting lainnya dari sesi ini adalah bahwa tools fundraising yang baik adalah yang sesuai dengan fase, baik dalam tahap awareness, consideration, maupun conversion. Maka, keberhasilan fundraising tidak diukur dari seberapa canggih alat yang digunakan, tapi dari seberapa tepat alat tersebut menjawab kebutuhan dan realitas tim fundraising di lapangan.
Bagi peserta yang ketinggalan, rekaman kelas Bimbel Amil Zakat Batch 22 bisa didapatkan melalui Contact Center Sekolah Amil Indonesia di nomor 0811-8100-023 hanya dengan kontribusi sebesar Rp47.000.









