Wujudkan Keluarga Tangguh dan Berdaya, MAI dan LAZ Harfa Konsisten Gelar Sekolah Lapang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
sekolah lapang harfa MAI

Forum Zakat – Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan kembali diwujudkan oleh Mandiri Amal Insani (MAI) bekerja sama dengan LAZ Harapan Dhuafa (LAZ Harfa). Keduanya menggelar program Sekolah Lapang sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan keluarga yang tangguh, berdaya, dan mandiri secara ekonomi serta spiritual.

Program ini menyasar wilayah-wilayah dengan potensi pertanian dan sumber daya lokal yang masih bisa dioptimalkan. Salah satunya dilaksanakan di Kampung Cimerak dan Kampung Babakan, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (3/7/2025) ini diikuti oleh 22 petani yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan.

Sekolah Lapang tak sekadar menjadi ruang pelatihan teknis, tetapi juga sarana edukatif yang menyeluruh. Melalui pendekatan praktis dan partisipatif, peserta dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pengelolaan pekarangan produktif, pertanian padi organik, hingga budidaya ternak. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Yang membedakan program ini adalah adanya muatan penguatan karakter dan spiritualitas. Para peserta tidak hanya dilatih untuk produktif secara ekonomi, tetapi juga dibekali nilai-nilai tangguh secara emosional dan spiritual. Hal ini menjadi kunci dalam menciptakan keluarga yang resilien terhadap berbagai tantangan zaman, termasuk krisis ekonomi dan sosial.

Zakat sebagai Pilar Pemberdayaan

Penting untuk dicatat bahwa program Sekolah Lapang ini merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat yang tepat sasaran. Melalui pengelolaan yang amanah dan strategis, zakat tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif sesaat, tetapi juga diinvestasikan dalam program pemberdayaan yang berdampak jangka panjang.

Direktur Utama LAZ Harfa, Abdul Rafur, menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga zakat seperti MAI dan LAZ Harfa merupakan bentuk nyata dari kolaborasi strategis yang memanfaatkan potensi zakat sebagai instrumen sosial.

“Program ini menjadi bentuk nyata dari semangat kolaborasi antarlembaga demi menciptakan perubahan yang berdampak jangka panjang. Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga membangun,” ungkapnya.

Zakat yang ditunaikan oleh para muzakki melalui lembaga-lembaga terpercaya seperti MAI, menjadi energi untuk mendorong masyarakat yang sebelumnya mustahik (penerima zakat), menjadi individu yang mandiri dan bahkan mampu menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan.

Dampak Nyata di Tingkat Akar Rumput

Kehadiran program ini langsung dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat. Selain peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan, Sekolah Lapang juga membangun semangat gotong royong dan rasa percaya diri di kalangan masyarakat.

Dengan terus digelarnya Sekolah Lapang di berbagai wilayah, MAI dan LAZ Harfa berharap akan muncul lebih banyak keluarga yang tidak hanya bertahan di tengah tantangan, tetapi juga mampu tumbuh dan menjadi pilar ketahanan sosial di lingkungan masing-masing.

Program ini membuktikan bahwa zakat yang dikelola dengan baik mampu menjadi jembatan perubahan yang mendorong masyarakat dari sekadar bertahan, menuju keberdayaan dan kemandirian yang hakiki.