Forum Zakat – Forum Zakat (FOZ) Wilayah Riau sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) IV pada Selasa, 22 Juli 2025, di Gedung Mandiri University, Pekanbaru. Agenda strategis ini menjadi titik penting bagi gerakan zakat di Riau untuk menyusun arah baru, mengevaluasi perjalanan organisasi, dan memilih kepengurusan periode 2025–2028.
Dengan tema “Zakat Berdampak, Umat Sejahtera, Menuju Kepemimpinan Kolaboratif”, Muswil menghadirkan perwakilan lembaga zakat, pengurus FOZ, pegiat filantropi, serta pejabat pemerintah, termasuk Ketua BAZNAS Provinsi Riau, Ustadz H. Masriadi Hasan, Lc, M.Sha, dan H. Mas Jekki Amri, M.HS, S.Sos, MM, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Riau.
Baca juga: Forum Zakat Riau Bedah Buku Putih Lembaga Zakat untuk Tingkatkan Pengelolaan Zakat di Riau
Muswil menjadi forum konsolidasi penting untuk memperkuat sinergi antar-lembaga amil zakat (LAZ) dalam mewujudkan tata kelola zakat yang transparan, kolaboratif, dan berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat. Selain evaluasi program kerja, forum ini juga merumuskan strategi penguatan peran zakat dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi di Riau.
Hasbi Alhudri Kembali Pimpin FOZ Riau
Muswil IV secara aklamasi kembali menunjuk Hasbi Alhudri (LAZ Ibadurrahman) sebagai Ketua FOZ Riau periode 2025–2028. Keputusan bulat ini menjadi bukti solidnya dukungan dari seluruh anggota dan mitra gerakan zakat di Riau.
“Dengan pertimbangan keluarga dan tanggung jawab keumatan yang masih berjalan, saya siap melanjutkan amanah ini. Bersama seluruh anggota, kita akan menguatkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat,” ujar Hasbi dengan nada haru.
Baca juga: Bersama FOZ Riau, Pimpinan Redaksi Haluan Riau Menyatakan Siap Sinergi Edukasi Zakat
Kepengurusan baru FOZ Riau juga menetapkan Linda Sari (IZI Riau) sebagai Sekretaris dan Winda Ade sebagai Bendahara. Dukungan terhadap kepemimpinan ini disampaikan oleh Dzikri Alfiqri dari Madani Human Care (MHC) Dumai, yang menegaskan komitmen kolektif untuk terus berkolaborasi demi kemajuan gerakan zakat di Riau.
Tiga Pilar Prioritas FOZ Riau
Dalam arah kebijakannya, Hasbi menegaskan tiga fokus utama FOZ Riau untuk periode mendatang:
- Pembinaan SDM Amil secara berkelanjutan agar para amil sejahtera, profesional, dan produktif.
- Peningkatan literasi zakat untuk memperluas kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.
- Penguatan kelembagaan LAZ agar mampu menjalankan peran strategisnya secara akuntabel dan berdampak.
“Amil yang kuat adalah kunci. Mereka harus sejahtera agar bisa bekerja secara fokus, produktif, dan amanah dalam melayani umat,” tegas Hasbi.
Muswil IV bukan sekadar rotasi kepemimpinan. Agenda ini menjadi simbol kedewasaan gerakan zakat di Riau yang berjejaring, berorientasi pada dampak, dan siap menghadapi dinamika sosial ekonomi. FOZ Riau diharapkan mampu menjadi motor penggerak zakat sebagai instrumen pemberdayaan yang konkret, membawa manfaat nyata bagi masyarakat, dan memperkuat peran zakat sebagai pilar kesejahteraan berkelanjutan.
Dengan komitmen kolektif, visi yang jelas, dan kepemimpinan yang solid, FOZ Riau siap melangkah lebih jauh untuk menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi gerakan peradaban bagi umat.









