Forum Zakat – Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ), Agus Budiyanto, hadir sebagai narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) penelitian Hibah Fundamental Reguler Kemendikti Saintek 2025 bertajuk “Pengaruh Religiusitas dan Modal Sosial Terhadap Perilaku Filantropi di Komunitas Muslim Indonesia: Implikasi bagi Ekonomi Hijau”. Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada Jumat, 25 Juli 2025 di Hotel BW Express, Tanah Abang, Jakarta.
Penelitian ini berfokus pada bagaimana nilai religiusitas dan modal sosial mempengaruhi perilaku filantropi komunitas Muslim, khususnya dalam mendukung program-program lingkungan dan transisi menuju ekonomi hijau. FGD ini juga menjadi forum penting untuk menyusun rekomendasi kebijakan dan strategi optimalisasi pendanaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) bagi keberlanjutan lingkungan.
Dalam diskusi, Agus Budiyanto menyoroti beberapa langkah yang perlu diperkuat agar filantropi Muslim bisa berperan lebih besar pada ekonomi hijau. “Pertama, pemerintah perlu menyiapkan regulasi yang mendorong lembaga zakat terlibat aktif dalam program pelestarian lingkungan. Kedua, penting melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta influencer di berbagai platform digital untuk meningkatkan kesadaran publik,” ungkapnya.
Ia juga mendorong inovasi di lembaga zakat agar program lingkungan dapat lebih relevan dan berdampak. “Program seperti penanaman mangrove, pengurangan plastik dalam kurban dan distribusi bantuan, hingga penerapan indikator ramah lingkungan di seluruh program kesehatan, pendidikan, dan ekonomi harus menjadi arus utama. Untuk mendorong semangat itu, perlu juga ada insentif bagi pengelola zakat yang fokus pada isu lingkungan,” tambahnya.
Penelitian ini diproyeksikan menjadi rujukan penting bagi penguatan peran filantropi Islam dalam menghadapi tantangan degradasi lingkungan dan mendukung target Indonesia dalam transisi menuju ekonomi hijau. Dengan pendekatan Value-Belief-Norm (VBN) Theory, penelitian ini akan menggali bagaimana keyakinan, norma sosial, dan nilai religius dapat memperluas kontribusi ZISWAF pada pembangunan berkelanjutan.
FGD ini dihadiri akademisi, praktisi filantropi, tokoh agama, pengambil kebijakan, serta perwakilan lembaga zakat, termasuk FOZ. Hasilnya diharapkan melahirkan strategi kolaboratif yang dapat mendorong terciptanya program sedekah hijau yang terukur dan berdampak bagi masyarakat serta lingkungan.









