Forum Zakat, Jakarta – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, lembaga amil zakat Bakrie Amanah kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya melalui program “Kurban Untuk Negeri”. Sebanyak 206 ekor sapi dan 235 ekor kambing/domba siap disalurkan ke 55 titik penyembelihan yang tersebar di 31 kota/kabupaten di 12 provinsi di Indonesia.
Mengusung tema “Kolaborasi Kita Dampak Bersama”, pelaksanaan program berskala nasional ini tidak lepas dari sinergi solid di dalam ekosistem Kelompok Usaha Bakrie serta kepercayaan besar dari masyarakat.
Program Kurban Untuk Negeri kali ini dirancang untuk memberikan efek domino yang kuat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus pemulihan ekonomi lokal. Esensi pemberdayaan ekonomi menjadi sangat nyata karena sebagian besar hewan kurban yang disalurkan tahun ini merupakan hasil langsung dari program pemberdayaan peternak binaan Bakrie Amanah yang dikenal dengan nama Agrizakat.
Melalui ekosistem Agrizakat, para peternak lokal di berbagai daerah tidak hanya mendapatkan pembinaan hulu-ke-hilir untuk menghasilkan hewan ternak berkualitas tinggi, tetapi juga langsung terhubung dengan pasar (mudhohi). Perputaran ekonomi ini memberikan dampak kesejahteraan yang instan dan berkelanjutan, sekaligus mendorong para peternak di daerah agar mampu mandiri dan berkembang.
Selain aspek pemberdayaan peternak, Bakrie Amanah juga menghadirkan inovasi pengalengan kurban agar daging dapat diolah menjadi makanan siap saji yang higienis, tahan lama, dan mudah didistribusikan ke wilayah terpencil.
Seluruh hewan kurban ini didistribusikan dengan target utama keluarga pra-sejahtera yang mencakup wilayah Jabodetabek, kawasan Indonesia Timur seperti Maluku, Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur, hingga wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Alokasi khusus juga disiapkan sebagai Kurban Siaga Bencana untuk membantu pemulihan nutrisi masyarakat penyintas banjir di tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Direktur Bakrie Amanah, Setiadi Ihsan, mengungkapkan apresiasi terdalam kepada semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan kolaborasi kemanusiaan ini. Beliau menegaskan bahwa dukungan dari para mudhohi (pekurban), donatur, relawan, dan mitra kerja menjadi motor utama penggerak kebaikan.
Melalui amanah yang dititipkan ini, Bakrie Amanah berkomitmen memastikan ibadah kurban tidak berhenti pada dimensi ritual saja, melainkan menjadi jembatan kepedulian yang mengalirkan manfaat lebih luas—baik dalam memenuhi gizi masyarakat yang membutuhkan, maupun dalam menggerakkan roda perekonomian para peternak lokal di pelosok negeri.









