Gempa NTT, Sinergi Foundation Bergerak Sejak Hari Pertama Salurkan Bantuan Aktif Petakan Kebutuhan Penyintas di Sikka

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Penyaluran NTT Sinergi Foundation

Forum Zakat, NTT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/08/2026) membuat puluhan ribu warga mengungsi. Di Kabupaten Sikka, penyintas masih menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar. Merespons kondisi tersebut, Sinergi Foundation bergerak sejak hari pertama untuk memantau kondisi sekaligus menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pada 15–16 Agustus, relawan menyalurkan 192 paket makanan siap saji kepada penyintas di sejumlah titik di Kabupaten Sikka, yakni Kampung Koliaduk dan Waidoko di Kecamatan Alok, Kampung Madawat di Kecamatan Alok Timur, serta Kampung Nangahure Bukit di Kecamatan Alok Barat.

Respons kemudian dilanjutkan dengan mengaktifkan pos bantuan sekaligus dapur umum di Kampung Nangahure, Kecamatan Alok Barat, pada Rabu (19/08/2026). Pos bantuan didirikan sebagai pusat intervensi, agar penyaluran bantuan bagi pengungsi lebih jelas dan terarah. Selain itu, keberadaan pos bantuan juga mempermudah warga mendapatkan segala kebutuhan harian tanpa harus mencari ke banyak tempat.

Dapur Umum Bencana NTT Sinergi Foundation

Pos bantuan dan dapur umum tersebut melayani kebutuhan 84 penyintas, dan telah memproduksi 1.260 porsi makanan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama lima hari. Fasilitas tersebut juga dimanfaatkan warga sebagai tempat berlindung dan berkumpul di tengah kondisi pascabencana.

Kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian. Sinergi Foundation menyediakan 5.000 liter air bersih bagi sekitar 340 jiwa di Kampung Nangahure yang digunakan untuk kebutuhan kebersihan diri dan mencuci.

Sehari setelahnya, Kamis (20/08/2026), distribusi bantuan diperluas ke Desa Waturia, Kecamatan Magepanda. Relawan menyalurkan terpal, tikar, dan selimut untuk membantu penyintas membangun tempat berlindung sementara yang lebih aman dan layak.

Pendampingan juga dilakukan dari sisi spiritual. Relawan Sinergi Foundation, Ustadz Muhammad Dong, memberikan penguatan kepada para penyintas untuk membantu menghadirkan ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi situasi pascabencana.

Bagi penyintas anak-anak, pendampingan diberikan dalam bentuk layanan psikososial sederhana. Relawan mendatangi Kampung Bebeng, Kec. Alok Barat pada Sabtu (29/8). Dalam agenda tersebut relawan menghibur anak-anak dengan mengajak bermain dan memberikan bingkisan berupa alat kebersihan sikat gigi dan odol.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Waryono Abdul Ghofur, menilai kolaborasi berbagai pihak penting dalam mempercepat respons bencana.

“Penyelesaian tanggap bencana ini tidak bisa sendiri. Peran lembaga zakat bukan menggantikan peran negara, tetapi mempercepat pemulihan pascabencana.”

Sementara itu, Haidar Junda, Kepala Program Pemberdayaan ZIS Sinergi Amil Zakat–Sinergi Foundation, mengatakan tim akan terus memantau kebutuhan warga dan memperluas jangkauan bantuan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan relawan dan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan darurat. Kami juga terus memetakan lokasi lain yang membutuhkan bantuan, sambil berkoordinasi dengan mitra dan stakeholder terkait agar respons yang dilakukan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.”

Dalam prosesnya, Sinergi Foundation berkoordinasi dengan relawan lokal, pemerintah, BNPB, BMKG, Kementerian Agama, serta jejaring Forum Zakat dan filantropi Indonesia. Pemantauan dan penyaluran bantuan akan terus dilakukan menyesuaikan perkembangan kebutuhan masyarakat terdampak di NTT.