Baitulmaal Munzalan Hadirkan Program “Lapas Mengaji” di Pontianak: Bimbing Warga Binaan Kembali ke Jalan Ilahi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
lapas mengaji baitulmaal munzalan

Forum Zakat – Komitmen dakwah untuk seluruh lapisan masyarakat kembali diwujudkan oleh Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) melalui program Lapas Mengaji. Program ini diinisiasi bersama Masjid Kapal Munzalan bekerja sama dengan Lapas Wanita Kelas IIA Pontianak yang terletak di kawasan Pal 9.

Program ini diluncurkan secara resmi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak Lapas dan BMI, sebagai bentuk keseriusan dalam membangun pembinaan spiritual bagi para warga binaan, khususnya kaum perempuan.

Tidak hanya menyasar peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, program ini juga menghadirkan materi pendalaman agama Islam seperti fiqih dan pembelajaran khusus terkait perempuan dalam perspektif Islam. Seluruh materi disampaikan secara berkala dua kali dalam sepekan, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Menariknya, dalam program ini BMI melibatkan para jamaah dari Mustahik Produktif Center, yaitu sekelompok masyarakat penerima manfaat yang sebelumnya telah dibina selama tiga tahun. Kini, mereka bertransformasi menjadi pengajar yang menyalurkan kembali ilmunya kepada sesama, dalam hal ini para warga binaan. Para pengajar tersebut turut didampingi oleh tim BTQ (Baca Tulis Qur’an) Munzalan untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.

“Tujuan dari program ini adalah bagaimana warga binaan, khususnya di Lapas Wanita, bisa mengalami perubahan dari segi kerohanian dan semakin mendekat kepada Allah SWT serta menjalankan perintah-Nya,” ujar Ustadz Zakwan, perwakilan dari BMI.

Dengan hadirnya program ini, BMI ingin memastikan bahwa dakwah tidak berhenti di batas tembok luar, tetapi menembus ruang-ruang tertutup yang justru sangat membutuhkan sentuhan spiritual. Ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang inklusif dan membebaskan dari kejahilan.

Harapannya, ketika para warga binaan keluar dari lapas, mereka tidak hanya bebas secara fisik, tetapi juga siap melangkah sebagai pribadi baru dengan bekal keimanan dan ilmu agama yang lebih kuat.

Program “Lapas Mengaji” menjadi wujud nyata bagaimana zakat dan sedekah yang dikelola lembaga seperti BMI, bisa memberikan dampak jangka panjang dalam mencetak perubahan hidup yang bermakna, dari mustahik menjadi pemberi manfaat, dari penerima menjadi penggerak.