Cerita dari Swiss, Membangun Gaza: Mengapa Sinergi FOZ Kini Lebih Krusial dari Sebelumnya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
membangun Gaza

membangun Gaza

Oleh: Taufiq Ashari Su’aib (Direktur Program Wahdah Inspirasi Zakat – Anggota Bidang III Forum Zakat)

​Melihat foto Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam di samping Donald Trump di Swiss (22/01/2026), ada pesan tersirat yang melampaui sekadar diplomasi formal. Bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian global adalah sinyal bahwa posisi tawar kita sedang menguat. Namun, bagi kita di dunia filantropi, satu pertanyaan tetap menggantung: Bagaimana stabilitas politik ini bisa dikonversi menjadi pembangunan kembali Gaza yang hancur lebur?

​Inilah saatnya bagi seluruh anggota Forum Zakat (FOZ) untuk tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Jika pemerintah bermain di level kebijakan makro (G-to-G), maka FOZ harus memimpin di level aksi kemanusiaan mikro dan pemulihan jangka panjang.

​1. Diplomasi adalah Pintu, Kolaborasi adalah Kunci 

​Masuknya Indonesia ke dalam lingkaran strategis dunia harus kita manfaatkan sebagai “payung hukum” dan akses logistik yang lebih aman. Namun, tantangan di Gaza terlalu besar untuk dipanggul oleh satu lembaga saja. Kita membutuhkan “Consortium for Gaza” di bawah naungan FOZ.

​Bayangkan jika:

  •     ​Lembaga A fokus pada rekonstruksi rumah sakit.
  •     ​Lembaga B fokus pada pemulihan sistem air dan sanitasi.
  •     ​Lembaga C menangani trauma healing dan beasiswa pendidikan.
  •     Dst

​Sinergi ini akan mencegah tumpang tindih bantuan dan memastikan setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Indonesia berdampak maksimal.

​2. Dari “Emergency Relief” Menuju “Sustainable Reconstruction”

​Tanda tangan di Swiss adalah janji perdamaian. Namun, perdamaian tanpa infrastruktur adalah penderitaan yang senyap. Anggota FOZ perlu menggeser paradigma dari sekadar mengirim paket sembako (darurat) menuju pembangunan berkelanjutan.

​Sesuai perintah Allah dalam Al-Qur’an:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2) 

​Sinergi antar-lembaga zakat akan memungkinkan kita membangun kembali sekolah, masjid, dan pasar di Gaza dengan standar kualitas yang lebih baik dan berkelanjutan.

​3. Mengambil Momentum “Trust” Global

​Dunia kini melihat Indonesia sebagai aktor kunci perdamaian. Kepercayaan (trust) internasional ini harus dijaga oleh FOZ dengan laporan yang transparan, profesional, dan berbasis data. Kolaborasi dalam audit dan pelaporan bersama akan menunjukkan pada dunia bahwa umat Islam Indonesia adalah kekuatan ekonomi yang sangat terorganisir.

​Penutup: Satukan Barisan, Gaza Menunggu

​Jika para pemimpin dunia bisa duduk bersama di Swiss untuk membicarakan piagam perdamaian, maka sudah seharusnya pimpinan lembaga-lembaga zakat di Indonesia duduk lebih rapat lagi.

​Momen di Swiss ini jangan hanya jadi berita di layar televisi. Mari kita jadikan ini sebagai bahan bakar untuk memperkuat sinergitas anggota FOZ. Mari kita tunjukkan bahwa saat Indonesia bicara perdamaian di meja diplomasi, lembaga zakatnya sudah bekerja nyata di atas tanah Gaza.