ERP untuk OPZ, Mendorong Transformasi Digital Pengelolaan Zakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Forum Zakat – Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Di tengah tuntutan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas yang semakin tinggi, penggunaan sistem digital seperti Enterprise Resource Planning (ERP) menjadi salah satu solusi strategis. 

ERP mampu menyatukan berbagai fungsi manajerial dalam satu sistem terintegrasi. Mulai dari keuangan, penyaluran, hingga pelaporan yang sangat relevan bagi lembaga zakat.

Isu ini menjadi sorotan dalam acara Leaders Talk Forum Zakat (FOZ) yang digelar pada Kamis, 4 September 2025 lalu. Bertajuk “Praktik Baik Pengelolaan OPZ Berbasis Digital”, forum ini menjadi wadah berbagi praktik baik dan gagasan strategis antar lembaga zakat, khususnya dalam hal adaptasi teknologi.

Dalam sambutannya, Wakhid Efendi, Ketua Bidang Penguatan Kelembagaan FOZ, menyampaikan bahwa saat ini Bidang II FOZ fokus pada tiga hal utama: tata kelola (governance), kepatuhan (compliance), dan adaptasi teknologi. Dari ketiga aspek tersebut, adaptasi teknologi menjadi titik tekan dalam pertemuan kali ini.

Salah satu pembahasan utama adalah pemaparan mengenai aplikasi ZPlus, sebuah sistem ERP yang dirancang khusus untuk kebutuhan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Menurut Pak Wakhid, penerapan ERP seperti ZPlus dapat memberikan berbagai manfaat strategis bagi OPZ, di antaranya:

  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan ZIS.
  • Menjamin transparansi dan akuntabilitas melalui data yang dapat dipantau publik.
  • Meningkatkan kepercayaan muzakki terhadap lembaga zakat.
  • Memperbaiki kualitas program penyaluran.
  • Memudahkan mustahik dalam mengakses layanan.
  • Mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data.
  • Meningkatkan produktivitas kelembagaan secara keseluruhan.

Yang menarik, beberapa lembaga telah mulai mengadopsi sistem ini. LAZ Dewan Dakwah menjadi salah satu pionir yang telah mengimplementasikan ZPlus, dan lembaga lain seperti ZIS Indosat pun mulai mencoba langkah serupa. Menurut FOZ, ini menunjukkan bahwa sistem ERP seperti ZPlus bukan hanya konsep, tapi sudah terbukti dapat diterapkan secara nyata.

Pak Wakhid tidak menutup peluang bahwa adaptasi teknologi seperti ERP membutuhkan biaya dan sumber daya. Namun, ia menegaskan bahwa FOZ tengah berupaya menyediakan berbagai alternatif yang fleksibel agar OPZ, baik skala besar maupun kecil, dapat menyesuaikan kapasitas masing-masing.

Sebagai penutup, FOZ mengajak seluruh OPZ di tingkat nasional, provinsi, maupun daerah untuk mulai mempertimbangkan penggunaan sistem ERP. FOZ pun berkomitmen untuk terus memfasilitasi proses transisi digital ini agar pengelolaan zakat di Indonesia semakin profesional, terpercaya, dan berdaya guna.

Transformasi digital dalam dunia zakat bukan lagi tentang “kapan”, tetapi tentang “bagaimana” kita memulainya. Bagi OPZ yang ingin tetap relevan dan berdampak, ERP bisa jadi salah satu langkah penting ke arah sana.