Forum Zakat – Forum Zakat (FOZ) menggelar diskusi strategis bertajuk Leaders Talk dengan tema “Geopolitik & Masa Depan Zakat” sebagai upaya membaca arah filantropi di tengah situasi global yang kian dinamis. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada Kamis (23/4/2026) dan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan filantropi, akademisi, hingga pengamat geopolitik.
Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, dalam sambutannya menegaskan bahwa krisis geopolitik global saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, dinamika yang terjadi tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga mempengaruhi arah gerakan kemanusiaan, termasuk peran lembaga zakat.
Ia menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, komitmen terhadap isu kemanusiaan harus tetap dijaga, terutama untuk masyarakat Gaza, Palestina.
“Situasi global yang penuh ketidakpastian ini menuntut kita untuk tetap menjaga komitmen kemanusiaan. Dukungan terhadap Gaza dan Palestina tidak boleh surut, justru harus terus kita kuatkan,” ujarnya.
Wildhan juga menyoroti pentingnya perspektif berbasis data dalam pengambilan keputusan strategis oleh para pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Menurutnya, langkah responsif perlu dibangun, baik untuk penguatan internal lembaga maupun kontribusi eksternal di tengah krisis global.
Diskusi ini turut menghadirkan Rizky Wisnoentoro, Ph.D., akademisi dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), yang menyoroti potensi dampak ekonomi global terhadap sektor zakat. Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi nasional yang rentan, ditambah dengan tekanan global seperti pelemahan nilai rupiah, berpotensi memengaruhi jumlah muzakki.
“Ketika tekanan ekonomi meningkat, kemampuan masyarakat untuk berzakat juga bisa terdampak. Ini menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama,” jelasnya.
Sementara itu, pengamat geopolitik Pizaro Gozali Idrus menilai bahwa perubahan lanskap global yang didominasi isu konflik dan ekonomi akan semakin memperberat tantangan lembaga zakat. Ia juga mengingatkan bahwa isu Palestina berpotensi semakin terpinggirkan di tengah eskalasi konflik global lainnya.
“Tantangan ke depan semakin kompleks, karena perhatian dunia saat ini banyak tersita pada konflik bersenjata dan kepentingan ekonomi,” ujarnya.
Pandangan lain disampaikan oleh CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, yang menekankan bahwa lembaga zakat perlu bersiap menghadapi berbagai krisis secara bersamaan. Ia menyebut isu kemiskinan, krisis kemanusiaan, hingga perubahan iklim sebagai tantangan utama yang harus direspons secara terintegrasi.
“Ke depan, lembaga zakat tidak hanya berhadapan dengan isu ekonomi, tetapi juga krisis kemanusiaan dan perubahan iklim yang semakin nyata,” ungkapnya.
Melalui forum ini, FOZ mendorong terbangunnya sinergi antar lembaga zakat dalam merumuskan strategi yang adaptif dan kolaboratif. Diskusi ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat peran zakat dalam menjawab tantangan global sekaligus memastikan keberlanjutan kontribusi bagi masyarakat yang membutuhkan.









