Forum Zakat Hadiri Diseminasi Program Kawal Bumil, Soroti Tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Diseminasi Kawal Bumil

Forum Zakat — Forum Zakat yang diwakilkan oleh Teguh Samudra, Manajer Bidang Inovasi & Literasi, turut hadir dalam kegiatan Diseminasi Kuartal I Program Kawal Bumil yang diselenggarakan di Hotel Claro, Makassar, pada Selasa (26/8/2025). Acara ini merupakan kolaborasi antara Rumah Zakat, PKBI Indonesia, dan UNFPA, yang berfokus pada upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia.

Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, AKI di Indonesia masih berada pada angka 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara AKB sebesar 16,85 per 1.000 kelahiran hidup. Pada 2023, tercatat 4.129 ibu meninggal dalam proses kehamilan dan persalinan, meningkat dari 4.005 pada tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa kesehatan ibu dan bayi masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian khusus.

Program Kawal Bumil hadir untuk memperkuat layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan pendekatan efektif, efisien, dan berbasis komunitas. Selama tahun berjalan, program ini telah menjangkau tujuh wilayah sasaran dengan berbagai intervensi, mulai dari pemantauan kehamilan, peningkatan akses layanan kesehatan, hingga edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan bayi.

Program Kawal Bumil merupakan upaya strategis untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), khususnya di daerah dengan angka AKI yang tinggi serta wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), melalui kolaborasi bersama Lembaga Amil Zakat (LAZIS). Program ini dirancang dengan pendekatan siklus hidup, yang mencakup tiga tahapan intervensi utama.

Pertama, pada kelompok remaja, program fokus pada edukasi mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kedua, untuk pasangan usia subur (PUS), intervensi dilakukan melalui edukasi seputar kesehatan reproduksi, konseling terkait pilihan dan penggunaan kontrasepsi, serta akses pemeriksaan kesehatan. Ketiga, pada kelompok ibu hamil dan masa nifas, program memberikan pendampingan intensif melalui pemeriksaan kesehatan rutin, kelas ibu hamil, kunjungan rumah (home visit) yang melibatkan bidan desa, serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Dalam forum diseminasi ini, para pemangku kepentingan lintas sektor membahas capaian awal program, sekaligus mengidentifikasi tantangan di lapangan dan peluang kolaborasi yang lebih luas. Agenda ini juga menjadi sarana transparansi dan akuntabilitas kepada publik, sekaligus membuka ruang replikasi program di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Hadirnya Forum Zakat menjadi dorongan dan harapan agar program Kawal Bumi ini dapat menjadi model yang diadaptasi oleh lembaga anggota FOZ. Utamanya dalam upaya bersama menurunkan angka AKI dan AKB di daerah 3T.

Partisipasi Forum Zakat dalam agenda ini menegaskan komitmen gerakan zakat untuk tidak hanya berperan dalam pengelolaan dana sosial keagamaan, tetapi juga mendukung agenda pembangunan nasional. Dengan sinergi lintas sektor, program kesehatan seperti Kawal Bumil diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia.