FOZ Gelar Ruang Tengah, Optimalkan Tata Kelola Lembaga Zakat Lewat Adaptasi Teknologi ERP Baiq Core

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
teknologi ERP

Forum Zakat – Forum Zakat (FOZ) kembali menghadirkan program Ruang Tengah dengan tema “Optimalisasi Tata Kelola Lembaga Melalui Adaptasi Teknologi dan ERP: Studi Kasus Sistem Baiq Core” pada Selasa, 5 Agustus 2025. Diskusi ini membahas pentingnya pemanfaatan teknologi Enterprise Resource Planning (ERP) untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Acara dibuka oleh Wakhid Efendi, Ketua Bidang Penguatan Kelembagaan FOZ, dan menghadirkan keynote speech dari M. Syukron Habiby, Senior Vice President – Group Head of Islamic Ecosystem Solution BSI. Turut menjadi narasumber Trias Nur Rahman (Direktur PT Lazio Teknologi Bersama) dan Agung Setiawan (Finance & Accounting Group Manager BSI Maslahat), dengan moderator Anwar Lutfi H., PM Bidang 1&2 FOZ.

PT Lazio memaparkan bahwa Baiq Core adalah platform ERP berbasis daring yang dirancang khusus untuk lembaga amil zakat (LAZ), dengan antarmuka ramah pengguna, sistem terintegrasi, serta dukungan laporan keuangan yang dapat diaudit. Platform ini juga terhubung dengan Baiq App dan microsite LAZ, memudahkan penghimpunan dan penyaluran dana secara real-time.

Pengalaman implementasi di BSI Maslahat menunjukkan Baiq Core mampu menjawab tantangan tata kelola sebelumnya, seperti data yang terpisah di berbagai sistem, proses manual yang memakan waktu, dan komunikasi antarunit yang kurang efektif. Dengan sistem terotomatisasi dan terintegrasi, BSI Maslahat kini lebih efisien dalam mengelola transaksi, menyajikan laporan keuangan, serta memastikan kepatuhan pada prinsip tata kelola yang baik.

Agung Setiawan menegaskan, penerapan Baiq Core di BSI Maslahat telah mengurangi biaya operasional, meminimalkan kesalahan, serta mempercepat pengambilan keputusan. “Baiq Core membantu kami menyajikan data yang handal, akurat, dan transparan, sekaligus memenuhi standar audit yang ketat,” ujarnya.

FOZ berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak lembaga zakat untuk beradaptasi dengan teknologi, sehingga profesionalisme amil semakin meningkat dan manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.