Wadah Berhimpunnya Lembaga Amil Zakat Dan Badan Amil Zakat

    Haedar Nasir: Zakat Bisa Berkontribusi Besar Untuk Pertumbuhan Ekonomi
    Haedar Nasir

    Haedar Nasir: Zakat Bisa Berkontribusi Besar Untuk Pertumbuhan Ekonomi

    Bagikan Ini :

    Potensi zakat di Indonesia yang mencapai 171 juta orang jika dimanfaatkan, menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir  akan menjadi saka guru kaum dhuafa dan pengembangan usaha bagi warga yang kurang mampu.

    “Ini potensi besar untuk Indonesia ke depan karena di negara manapun basis kekuatan kelas menengah yang tumbuh besar akan kontributif untuk tingkat pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa,” kata Haedar menjelaskan seusai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lazismu di The Sun Hotel, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (7/3).

    Karena itu dengan jaringan Muhammadiyah yang ada saat ini, pihaknya akan berupaya memobilisasi agar pertumbuhan kelas menengah di Indonesia berbanding lurus dengan kekuatan untuk berzakat.

    Haedar juga bersyukur, lembaga-lembaga zakat termasuk Lazismu memperoleh kepercayaan tinggi dari masyarakat. Hal itu, menurutnya, karena Lazismu mempunyai prinsip amanah, akuntabel, bisa dinilai, dihitung, dan tata kelola yang baik (good governance).

    Selain itu institusi pajak pun harus menjadi lembaga yang amanah dan akuntabel. Sebab, pajak berasal dari uang rakyat sehingga pengelolanya harus amanah dan tidak boleh korupsi.

    Sementara, Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief mengatakan, Lazismu sebagai lembaga yang secara resmi mewakili ormas Islam Muhammadiyah dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah perlu melakukan reposisi dengan melakukan langkah-langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan regulasi zakat di Indonesia. Ia mengungkapkan, Lazismu dikukuhkan sebagai lembaga amil zakat (LAZ) nasional sejak 2002.

    Standardisasi kapasitas dan tata kelola Lazismu di seluruh tingkatan juga menjadi agenda yang mendesak dilakukan dalam reposisi kelembagaan. Mulai dari standar pelaporan, standar akuntansi zakat, SOP, dan pelaporan terintegrasi.

    “Sistem pelaporan yang terintegrasi menjadi prasyarat penting agar Lazismu tetap menegaskan dirinya sebagai LAZ nasional di Indonesia. Sehingga, grafik perkembangannya lebih terukur,” kata Hilman mengucapkan.

    Ia juga menyebut, amal-amal usaha Muhammadiyah memiliki potensi zakat cukup besar. Dalam hal ini, Lazismu dapat dijadikan mitra strategis oleh amal usaha Muhammadiyah, seperti rumah sakit dan lembaga pendidikan tinggi, dalam menyalurkan sebagian dana sosial yang mereka miliki.

    Pada pembukaan rakornas tersebut dilakukan pula serah terima jabatan direktur eksekutif Lazismu dari Khoirul Muttaqin kepada Andar Nubowo. dan serah terima CSR dari CIMB Niaga Syariah kepada Lazismu.

    Bagikan Ini :

    Leave a Reply

    Close Menu