Wadah Berhimpunnya Lembaga Amil Zakat Dan Badan Amil Zakat

    Kemitraan FOZ Bukalapak: 50 OPZ Sudah Bergabung

    Kemitraan FOZ Bukalapak: 50 OPZ Sudah Bergabung

    Bagikan Ini :

    Sampai dengan Senin(4/8) ini, sudah ada 50 lembaga zakat yang bergabung dalam program kemitraan antara Forum Zakat(FOZ) dengan Bukalapak, dan jumlahnya akan terus bertambah.

    Lembaga yang turut serta dalam program kemitraan ini mengaku sangat tertarik dengan kolaborasi FOZ dengan Bukalapak karena potensi Bukalapak sebagai e-commerce diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan lembaga yang berasal dari para konsumen yang berbelanja di Bukalapak

    Selain itu juga dalam kemitraan tersebut tiap lembaga zakat juga dipermudah dalam hal peningkatan kualitas produksi dan pemasaran dari produk pemberdayaan yang dibuat oleh para mustahik binaan lembaga zakat.

    “Tentunya berkolaborasi dengan Bukalapak akan memberikan kemudahan yang signifikan dalam penghimpunan Ziswaf yang lebih luas, semoga dapat meningkatkan pemasaran produk digital dan meningkatnya donasi yang terkumpul untuk beneficiaries.” tulis salah satu lembaga zakat yang bergabung dalam formulir yang dibagikan.

    Ketua Bidang Sinergi FOZ Angga Nugraha mengatakan bahwa bentuk kerjasama dengan Bukalapak pada pemberdayaan umat, diantaranya adalah bukalapak buka warung pemberdayaan umat, dimana produk UKM bisa di pasarkan di bukalapak. Selain itu ada juga pelatihan digital marketing untuk para UKM binaan dan para amil zakat juga.

    Menurut Isa Lumbo dari Bukalapak visi bukalapak adalah bagaimana ekonomi Indonesia maju dengan cara menaikkan UKM di Indonesia. Hingga kini Bukalapak punya 150 titik di Indonesia, 12 juta kunjungan, 1,000 enginer (karyawan IT), 400 ribu mitra bukalapak, triliun transaksi perbulan, 50 juta users dan 4 juta pelapak.

    Ia mengharapkan setiap UKM yang tergabung dalam program kemitraan ini nantinya akan naik kelas. Dari reseller, naik jadi distributor bahkan bisa jadi produsen.

    “Filosofi kami, Indonesia banyak potensi nya dan dapat menjadi lokomotif ekonomi di Indonesia. dan potesi itu kalau bukan kita yang ambil, akan di ambil pihak lain.”

    Ia juga berharap, ke depan sudah tidak bisa menghimpun dana zakat dengan cara offline tapi harus digital. Ditambah dengan tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia yang semakin tinggi, dimana sekarang 82 persen orang Indonesia lebih religius.

    Bagikan Ini :

    Leave a Reply

    Close Menu