Kepala Kanwil Kemenag Banten Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Kebermanfaatan Sosial

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
kepala Kanwil Kemang Banten ZGTC

kepala Kanwil Kemang Banten ZGTC

Forum Zakat – Talk show Zakat Goes To Campus yang digelar pada Rabu (10/12/2025) menghadirkan Kepala Kanwil Kemenag Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si, bersama moderator sekaligus influencer Sherly Annavita. Dalam sesi diskusi, Amrullah menegaskan bahwa zakat adalah perintah yang sifatnya tetap sejak masa kenabian dan terus relevan dalam kehidupan modern. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pun telah memperkuat kewajiban tersebut melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Menanggapi respons mahasiswa ketika ditanya seputar zakat, Amrullah mengapresiasi jawaban yang dinilainya menunjukkan pemahaman dasar yang baik. Ia menilai hal itu sebagai modal penting bagi generasi muda untuk terlibat lebih jauh dalam ekosistem zakat. “Jawabannya benar semua,” ujarnya, sembari menekankan bahwa literasi adalah langkah awal membangun kepedulian.

Ketika mengulas peran anak muda, Amrullah menyampaikan bahwa kontribusi tidak harus menunggu seseorang menjadi muzakki besar. Mahasiswa, katanya, memiliki ruang peran yang luas sebagai penggerak, relawan, atau bagian dari pengelolaan zakat di lapangan. “Pasti mahasiswa itu tidak ada yang tidak punya uang. Walaupun sedikit, tetap ada kemampuan untuk berbagi,” ujarnya. Menurutnya, berbagi bukan soal besar-kecilnya nominal, melainkan soal membangun karakter sosial dan membiasakan diri terlibat dalam aktivitas kebermanfaatan.

Amrullah juga menyoroti kebutuhan lembaga amil zakat terhadap energi dan kreativitas anak muda. Ia menyebut peluang yang semakin terbuka bagi mahasiswa untuk menjadi amil, koordinator program, hingga pelopor kampanye digital yang menguatkan literasi zakat. Menurutnya, teknologi memberi ruang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi, mulai dari membuat konten edukatif hingga mempromosikan program pemberdayaan.

Menutup penjelasannya, Amrullah menyebut kampus sebagai ruang awal yang strategis untuk membangun budaya sadar zakat. Dengan bekal ilmu, jaringan, dan idealisme, mahasiswa disebutnya dapat menjadi bagian dari perubahan yang membuat gerakan zakat lebih inklusif dan berdampak. “Ini saatnya anak muda ikut bergabung, menjadi bagian dari cahaya kebermanfaatan zakat,” ujarnya.