Rumah Zakat Teguhkan Peran Filantropi, Perluas Dampak untuk Masyarakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
public expose Rumah Zakat

Forum Zakat, Jakarta — Rumah Zakat menegaskan komitmennya dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui gelaran Public Expose 28 Tahun yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026 di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran filantropi Islam dalam menjawab berbagai tantangan sosial di Indonesia.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, perwakilan Kementerian Agama, Wakil Ketua BAZNAS Zainut Tauhid yang mewakili Ketua BAZNAS, serta Ketua Umum Forum Zakat Wildhan Dewayana. Hadir pula sejumlah mitra strategis dan publik figur seperti Sandiaga Salahuddin Uno, Deddy Corbuzier, dan Derry Sulaiman.

CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menyampaikan bahwa selama 28 tahun, Rumah Zakat tidak hanya berfokus pada penghimpunan zakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi filantropi Islam secara lebih luas. Menurutnya, berbagai instrumen kebaikan dapat menjadi solusi atas persoalan masyarakat jika dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, transformasi digital menjadi salah satu strategi utama untuk memperluas partisipasi publik, baik melalui edukasi maupun kemudahan akses berdonasi. Di sisi lain, penguatan tata kelola juga terus dilakukan, termasuk menjaga transparansi keuangan melalui capaian opini WTP dan audit syariah yang baik. “Kami ingin tidak hanya bertumbuh sebagai lembaga, tetapi juga menumbuhkan dampak yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dalam aspek keberlanjutan, Rumah Zakat juga mengembangkan berbagai inisiatif seperti sustainability fund serta memperkuat sinergi dengan mitra strategis. Sepanjang 2025, lembaga ini tercatat terlibat dalam 114 aksi respons kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, perwakilan BAZNAS, Zainut Tauhid, menekankan pentingnya pergeseran dari sekadar kolaborasi menuju integrasi dalam pengelolaan zakat nasional. Ia menyebut, penguatan sinergi data dan branding pemberdayaan menjadi kunci agar dampak ekonomi zakat semakin terasa luas di masyarakat.

Hal senada disampaikan perwakilan Kementerian Agama, Prof. Waryono, yang menilai Rumah Zakat telah menjadi contoh praktik akuntabilitas publik dalam pengelolaan dana umat.

Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menegaskan bahwa lembaga zakat memiliki peran strategis sebagai penghubung antara para muzakki dan masyarakat yang membutuhkan. Ia menyebut, zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen yang membawa kemaslahatan karena dibangun atas prinsip keadilan, kasih sayang, dan kebermanfaatan.

“Melalui peran ini, zakat menjadi bagian dari upaya mewujudkan keseimbangan sosial, di mana mereka yang memiliki kelebihan dapat menopang yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Rumah Zakat juga memberikan sejumlah apresiasi, termasuk penghargaan kepada mitra kolaborasi. Forum Zakat turut menerima penghargaan Outstanding Partnership atas kontribusinya dalam memperkuat sinergi gerakan zakat nasional.

Melalui momentum 28 tahun ini, Rumah Zakat menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dampak kebaikan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi yang berkelanjutan dan inklusif.