Ketumbar 2026, FOZ Refleksikan 29 Tahun Perjalanan dan Penguatan Gerakan Zakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ketumbar FOZ 2026

Forum Zakat, Jakarta — Forum Zakat (FOZ) memperingati Milad ke-29 dengan menggelar Ketemu Tumpeng Bareng (Ketumbar) 2026 di Kantor Sekretariat FOZ, Selasa (29/9/2026). Mengangkat tema “Kuatkan Langkah, Luaskan Dampak”, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan gerakan zakat yang telah dibangun selama hampir tiga dekade.

Ketumbar 2026 diikuti oleh perwakilan Forum Zakat Wilayah (FOZWIL) dari Sulawesi Selatan, Riau, Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Lampung. Sejumlah amil dari lembaga anggota FOZ juga hadir, di antaranya perwakilan dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Rumah Zakat, PPPA Daarul Qur’an, Mandiri Amal Insani, Dompet Dhuafa, Lazismu, LAZ Harfa, U Care, serta lembaga lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa khatmil Qur’an sebagai penutup rangkaian khatam Qur’an yang diikuti 25 FOZWIL. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum FOZ, sekapur sirih dari perwakilan FOZWIL, simbolisasi potong tumpeng, dan ramah tamah.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FOZ Wildhan Dewayana mengajak seluruh keluarga besar gerakan zakat untuk memaknai usia 29 tahun sebagai bagian dari perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja dan ketulusan para pendahulu.

Sejak berdiri pada 1997, FOZ berkembang sebagai rumah bersama bagi organisasi pengelola zakat (OPZ) untuk berhimpun, belajar, saling menguatkan, dan bertumbuh. Karena itu, momentum milad menjadi kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada para pendiri, ketua umum terdahulu, serta tokoh-tokoh yang telah meletakkan fondasi gerakan zakat di Indonesia.

Namun, Ketum FOZ Wildhan Dewayana menekankan bahwa penghormatan terhadap perjuangan tersebut tidak cukup berhenti pada apresiasi. Generasi gerakan zakat hari ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan estafet dengan membangun ekosistem yang lebih kuat, meningkatkan kapasitas kelembagaan, dan menyiapkan kader amil yang mampu membawa gerakan zakat ke tingkat yang lebih tinggi.

Kuatkan Langkah, Luaskan Dampak

Tema “Kuatkan Langkah, Luaskan Dampak” menjadi refleksi atas sejumlah pembelajaran yang telah dibangun FOZ dalam rangkaian agenda sepanjang tahun.

Penguatan langkah menurut Wildhan perlu dimulai dari manusia yang menjalankan gerakan zakat. Kesehatan fisik amil menjadi bagian penting karena kualitas pelayanan kepada masyarakat juga bergantung pada kesiapan dan ketahanan mereka dalam menjalankan tugas.

Pesan tersebut sebelumnya mengemuka dalam Ruang Tengah Spesial Milad bersama dr. Deta Tanuwidjaja melalui tema “Memberi Hak Tubuh Sebelum Memberi Dampak”. FOZ juga mengajak para amil memperhatikan keselamatan dan kesehatan sebagai bagian dari fondasi gerakan kemanusiaan.

Penguatan langkah juga menyentuh sisi batin dan akhlak. Melalui sesi bersama KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), para amil diajak kembali memperhatikan kebersihan hati dan kelurusan niat dalam menjalankan amanah. Bagi Wildhan, menjadi amil bukan semata menjalankan pekerjaan administratif dan manajerial, tetapi juga mengelola bagian dari rukun dan syiar Islam yang memiliki pertanggungjawaban duniawi sekaligus ukhrawi.

Sementara itu, agenda ZEDX 2026 memperluas pembahasan pada aspek kapabilitas internal dan tantangan eksternal yang dihadapi organisasi. Kualitas amil, ketangguhan sistem, adaptasi teknologi, regulasi, dinamika perubahan, serta kolaborasi antar-stakeholder menjadi bagian yang menentukan kemampuan gerakan zakat dalam memperluas dampaknya.

Memperkuat Kepercayaan Publik

Memasuki usia ke-29, FOZ juga menempatkan tata kelola sebagai bagian penting dalam menjaga marwah gerakan zakat. Wildhan menegaskan pentingnya profesionalitas, transparansi, netralitas, serta kepatuhan dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Menurutnya, kepercayaan masyarakat perlu dijaga melalui pengelolaan dana yang amanah, kepatuhan terhadap syariat dan regulasi, serta tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan gerakan zakat tetap berada pada koridor pelayanan umat dan kepentingan kemaslahatan masyarakat.

Wildhan juga menempatkan kepercayaan muzaki, transparansi dan akuntabilitas, serta dampak sosial yang signifikan dan berkelanjutan sebagai indikator penting keberhasilan pengelolaan zakat. Ketiganya perlu berjalan bersama dengan penguatan kapasitas internal lembaga dan ekosistem eksternal yang mendukung.

Dengan demikian, Milad ke-29 FOZ tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia organisasi. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan gerakan zakat masih panjang dan membutuhkan kerja bersama.

Tantangan kemiskinan, bencana, ketimpangan sosial, hingga ketidakpastian zaman membutuhkan gerakan zakat yang semakin solid. Karena itu, semangat milad tahun ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas, merawat persaudaraan, dan memastikan setiap langkah gerakan zakat mampu menghadirkan dampak yang semakin luas bagi masyarakat.