Kisah Nuraini: Mustahik Pasien Bersalin Gratis yang Kini Jadi Donatur Berkat Bantuan Pemberdayaan Sinergi Foundation

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
kisah nuraini sinergo foundation

Senyumnya merekah dari kejauhan. Seraya menggendong balita lucu berbaju hitam, dengan langkah kakinya perlahan mendekat dengan menenteng kencleng kaleng berwarna ungu.

“Assalamualaikum, Teh,” salamnya memecah riuh rendah ruangan Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Holis, Kota Bandung¬† pada Jumat siang (26/01/2024).

Perkenalkan, ia adalah Nuraini Solihah. Usianya 27 tahun. Anak yang digendongnya yang juga lahir di RBC, kini sudah berusia dua tahun. Tepatnya pada 5 Februari 2022 pukul 01.50 dini hari ia melahirkan anak keduanya

Nuraini Solihah awal mengenal fasilitas kesehatan khusus ibu dan anak gratis di bawah naungan Sinergi Foundation itu bermula dari tetangganya di Cipeer, Desa Cingcin, Soreang, Kabupaten Bandung. Saat itu ia siap menyambut anak keduanya.

Bukan tanpa alasan, memberanikan diri mendaftar ke RBC tak lain lantaran kondisi ekonominya tak memungkinkan untuk melahirkan di bidan umum, apalagi di rumah sakit. Penghasilan Sang Suami yang berprofesi sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Waktu berjalan begitu cepat, anak lucunya itu kini baru saja genap masuk tahun kedua. Kedatangannya ke RBC kali ini tak lagi sebagai pasien, tapi berikhtiar naik level.

Ya, naik level. Kencleng yang ditenteng oleh Nuraini itu berisi uang. Uang yang dikumpulkannya itu bagian dari program Gerakan Ibu Peduli.

GIP merupakan sebuah gerakan yang mendorong member RBC sebagai Duta Ibu Peduli bertransformasi menjadi penderma dengan menyesuaikan pada kemampuan masing-masing.

Pundi-pundi rupiah yang terkumpul dari program GIP ini nantinya dipergunakan untuk membantu operasional biaya persalinan di RBC.

“Kenapa memilih bergabung di program GIP karena ingin membalas budi atas kebaikan yang dirasakan di RBC,” ungkap Nuraini sembari menimang sang buah hati.

Kedatangannya menyetor kencleng itu ternyata bukan kali pertama. Tapi ternyata itu adalah kesekian kali yang secara rutin disetorkan. Kadang sebulan sekali atau dua bulan sekali.

“Iya, Bu Nuraini sudah rutin penyaluran donasi program GIP. Bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali,” kata Linda Prasetia Ningrum, yang melayani donasi Nuraini.

Saat ditanya alasan ambil peran di program GIP ini, Nuraini berujar, secara nominal memang tak seberapa tapi katanya itu bagian dari pada rasa syukur.

“Seenggaknya saya bisa balas budi lewat donasi ini (GIP), saya bersyukur bisa melahirkan di RBC gratis,” sambungnya.

Uang yang dikumpulkannya itu hasil jualan sederhana yang dirintis dari keringat suami sebagai buruh harian lepas.

“Mudah-mudahan jadi contoh untuk member lainnya,” pungkas Nuraini di tengah sang anak yang mulai pulas terlelap.*** (Artikel kiriman lembaga)