LAZ Harfa Berkontribusi dalam Penyusunan Rencana Aksi Daerah SDGs 2025–2030 Provinsi Banten

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Forum Zakat — Komitmen Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan kembali ditunjukkan dengan keterlibatannya dalam kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Provinsi Banten untuk periode 2025–2030 pada Rabu (02/07/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Bappeda Provinsi Banten ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari unsur pemerintah daerah, akademisi, lembaga sosial, hingga organisasi masyarakat sipil. Salah satu yang aktif berkontribusi adalah LAZ Harfa, anggota Forum Zakat wilayah Banten, yang telah lama konsisten dalam aksi pemberdayaan masyarakat dan ketahanan sosial-ekonomi berbasis zakat.

Direktur Utama LAZ Harfa, Abdul Rafur, menyampaikan pentingnya kemitraan strategis antara lembaga zakat dan pemerintah daerah. “Pembangunan berkelanjutan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi nyata dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga seperti kami agar arah kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan mendasar masyarakat,” ujarnya.

Abdul Rafur menegaskan bahwa zakat adalah instrumen luar biasa yang bukan hanya menyelesaikan masalah kemiskinan secara jangka pendek, tetapi juga mampu membangun ketahanan masyarakat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, keterlibatan lembaga zakat dalam forum perencanaan pembangunan seperti ini menjadi sangat strategis.

Dalam forum tersebut, LAZ Harfa memberikan masukan terkait berbagai isu strategis pembangunan daerah, mulai dari penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan lokal, hingga peningkatan akses layanan dasar seperti pendidikan, air bersih, dan kesehatan. LAZ Harfa juga menyampaikan pentingnya menjadikan pendekatan komunitas dan partisipatif sebagai prinsip utama dalam menyusun kebijakan pembangunan.

Sebagai informasi, selama ini LAZ Harfa telah aktif menjalankan berbagai program seperti Desa Berdaya, Petani Tangguh, Sekolah Harapan, Klinik Gizi, hingga program Pemberdayaan Perempuan yang seluruhnya berbasis dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat.

Partisipasi aktif LAZ Harfa dalam penyusunan RAD SDGs ini juga merupakan bentuk nyata bahwa lembaga zakat dapat dan seharusnya menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah, tidak hanya sebagai mitra eksekusi program, tapi juga sebagai pengusul solusi yang telah terbukti berhasil di lapangan.

Zakat untuk SDGs: Dari Bantuan ke Pemberdayaan

Dalam konteks TPB/SDGs, zakat memegang peran penting dalam mendukung pencapaian beberapa tujuan global, terutama:

  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 5: Kesetaraan Gender
  • SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak

Dana zakat yang dikelola secara profesional terbukti mampu menjadi jembatan antara tujuan spiritual dan pembangunan sosial. Ketika lembaga zakat seperti LAZ Harfa aktif dalam ruang-ruang perencanaan seperti RAD, maka potensi zakat untuk memperkuat efektivitas pembangunan benar-benar dimaksimalkan.

Keterlibatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi LAZ lainnya untuk lebih aktif dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Forum seperti ini membuktikan bahwa zakat bukan sekadar bantuan, melainkan jalan menuju pemberdayaan dan transformasi sosial yang berkelanjutan.