Forum Zakat — Forum Zakat (FOZ) kembali menghadirkan ruang diskusi strategis lewat Leaders Talk FOZ 2025 dengan tema “Tanpa SDM Unggul, Amanah Bisa Gagal: Mengapa HRD Jadi Kunci di Lembaga Zakat?” yang digelar daring pada Rabu, 9 Juli 2025. Agenda ini menghadirkan para pemangku kebijakan dan praktisi untuk menggugah kesadaran pimpinan OPZ akan pentingnya pengelolaan SDM amil yang profesional, unggul, dan berdampak.
Ketua Bidang Pengembangan SDM FOZ, Agung Wicaksono, membuka forum dengan menyampaikan pentingnya membangun kapasitas amil yang tidak hanya sekadar menjalankan tugas teknis, tetapi juga hadir sebagai solusi sosial. Ia menggambarkan bagaimana seringkali pembangunan fisik, seperti masjid, selesai begitu saja tanpa didukung kapasitas SDM imam masjid yang memadai.
“Kita butuh amil yang mampu menyelesaikan persoalan umat, bukan hanya menjalankan prosedur. Maka kompetensi amil harus kita bangun bersama,” ujar Agung Wicaksono.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, S.Ag., M.Ag. selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, menegaskan bahwa SDM adalah kunci utama keberhasilan lembaga zakat. Ia mengajak seluruh lembaga zakat untuk membangun roadmap penguatan SDM amil yang tidak hanya melalui pelatihan dan sertifikasi, tetapi juga melalui pembinaan karakter.
“Kita butuh amil yang fathonah (cerdas), amanah, jujur, dan tabligh. Jika karakter kenabian ini dimiliki, maka LAZ bukan hanya ada, tapi membawa dampak besar untuk masyarakat,” tegas Prof. Waryono.
Acara ini juga menghadirkan sesi inspiratif dari para praktisi. Di antaranya adalah Tita Wartika, Head of HRGA DT Peduli, dan Adi Yasir Maulana, Senior Head of Stakeholder Relations ParagonCorp yang menggantikan Dr. Ana Miftahuddin Amin.
Diskusi berlangsung hangat dan membuka banyak refleksi serta semangat baru di kalangan pimpinan OPZ. Forum Zakat melalui bidang Pengembangan SDM berharap, agenda ini mampu memperkuat kesadaran kolektif bahwa membangun SDM amil yang unggul adalah kunci bagi keberhasilan amanah zakat dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.









