MUI Bersama Gerakan Zakat dan Elemen Masyarakat Sampaikan 7 “Pernyataan Bersama Gaza” untuk Palestina

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Forum Zakat – Forum Zakat yang diwakilkan oleh Wildhan Dewayana selaku Ketua Umum kembali menghadiri Silaturahmi Kemanusiaan untuk Palestina di Kantor MUI Pusat pada Senin, 14 April 2025. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi berbagai elemen bangsa untuk memperkuat dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, terutama di tengah kondisi Gaza yang terus memburuk akibat agresi militer Israel.

Silaturahmi ini merupakan inisiatif dari MUI yang mempertemukan BAZNAS, anggota FOZ, organisasi sosial kemanusiaan, lembaga lintas agama, serta berbagai elemen filantropi dalam semangat solidaritas dan komitmen kemanusiaan. Pertemuan tersebut melahirkan deklarasi tujuh poin pernyataan bersama sebagai bentuk seruan moral dan langkah konkret untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa masalah utama Palestina adalah penjajahan yang dilakukan oleh Israel. Kebijakan diskriminatif dan tindakan genosida yang bertujuan menghapus keberadaan bangsa Palestina dari tanahnya menjadi latar belakang perlawanan rakyat Palestina terutama di Gaza.

Serangan besar-besaran Israel sejak Oktober 2023 telah menelan lebih dari 50 ribu korban jiwa dan meluluhlantakkan infrastruktur Gaza. Meskipun sempat tercapai kesepakatan gencatan senjata pada Januari 2025, harapan itu sirna ketika Israel kembali melancarkan serangan militer dan secara sepihak membatalkan perjanjian tersebut. 

Lebih miris lagi, muncul rencana relokasi warga Gaza oleh Israel yang didukung Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dengan wacana menjadikan Gaza sebagai kawasan wisata bertajuk “Riviera Timur Tengah”.

Menanggapi kondisi ini, Presiden Republik Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina. Presiden juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengevakuasi seribu warga Gaza, terutama anak-anak, perempuan, dan yatim piatu guna mendapatkan penanganan medis sementara di tanah air.

Namun demikian, wacana evakuasi ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. MUI pun menyerukan pentingnya menjaga semangat persatuan bangsa agar dukungan terhadap Palestina tidak melemah oleh perbedaan pandangan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil perlu terus diperkuat dalam semangat kemanusiaan dan keadilan.

Dalam pernyataannya, MUI juga menyambut baik fatwa jihad yang dikeluarkan oleh International Union of Muslim Scholars (IUMS) yang sejalan dengan hasil Ijtima’ Ulama MUI tahun 2024. Jihad yang dimaksud mencakup berbagai aspek, di antaranya diplomasi, politik, ekonomi, dan aksi kemanusiaan yang bukan semata-mata militer.

Pernyataan bersama juga menyerukan:

  • Dukungan terhadap Fatwa Jihad IUMS melawan kezaliman Israel.
  • Permintaan kepada Pemerintah RI untuk meningkatkan diplomasi dan tindakan konkret, termasuk membuka jalur bantuan kemanusiaan di perbatasan Rafah dan menginisiasi konferensi internasional untuk Palestina.
  • Penyerahan urusan diplomasi dan pertahanan kepada pemerintah demi efisiensi dan legitimasi tindakan.
  • Penolakan terhadap rencana relokasi warga Gaza yang dinilai sebagai bentuk kejahatan internasional.
  • Pemahaman atas usulan evakuasi kemanusiaan yang dilakukan secara terbatas dan memerlukan kajian mendalam.
  • Komitmen elemen masyarakat dalam mendukung kemerdekaan Palestina dari sisi kemanusiaan.
  • Seruan untuk menjaga persatuan nasional dalam semangat solidaritas kemanusiaan, serta mengedepankan kesantunan dalam menyampaikan pendapat.

Silaturahmi Kemanusiaan ini menegaskan bahwa perjuangan untuk rakyat Palestina bukan sekadar isu luar negeri, melainkan cermin kepedulian kemanusiaan yang harus dijaga dan diperjuangkan bersama. Dalam doa dan aksi, masyarakat Indonesia menyuarakan harapan besar untuk Palestina yang merdeka dan bermartabat.