Wadah Berhimpunnya Lembaga Amil Zakat Dan Badan Amil Zakat

    Muswil FOZ Kalimantan Timur

    Bagikan Ini :

    Detak gerakan zakat muncul di Balikpapan. Hari Rabu, 26 Februari 2014, menjadi momen bersejarah Forum Zakat Wilayah Kalimantan Timur. Mereka melakukan regenerasi kepengurusan, sekaligus memusyawarahkan langkah gerakan zakat untuk tiga tahun ke depan. Musyawarah Wilayah yang kedua kalinya di Bumi Etam ini, diikuti puluhan LAZ dan dua BAZ—yaitu Baznas Kota Balikpapan dan Baznas Kaltim.

    Di awal acara, Ketua Umum FOZ Nasional, Sri Adi Bramasetia memberi sambutan. Peran gerakan zakat sangat dibutuhkan oleh ummat yang menanti kita. “Kita hidup memikirkan umat, demikian mulia pekerjaan amil, karena ini disebut langsung oleh Allah dalam al-Quran,” ujar Bram.
    Bram mengucapkan selamat kepada pengurus FOZ Kaltim periode sebelumnya yang meski tertatih-tatih berjalan, tapi tetap ada. “Terutama Pak Sumadi yang berdiri sendiri mengarungi waktu sampai Muswin kali ini diadakan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

    Selanjutnya memasuki persidangan resmi. Presidium sidang terpilih adalah Supriyadi dari Baitul Maal Hidayatullah, Imam Syafii dari Laznas Chevron dan Musda dari DPU Kaltim. Mereka memimpin untuk 4 agenda utama, yaitu LPJ pengurus FOZ 2011-2014, tata tertib Muswil, dan mekanisme pemilihan formatur. Sementara ketua dan sekjen FOZ Wil Kaltim dipilih oleh tim formatur itu.

    Persidangan berjalan normal, beberapa interupsi peserta karena terjadi multitafsir atas draf yang ada di tangan peserta. HM Jaelani, pengurus Baznas Kota Balikpapan menanyakan tentang kriteria peserta dan mekanisme pemilihan. Keterangan atas draf itu lalu dipenuhi oleh Sumadi Jamil, ketua panitia pengarah Muswil.

    Sampai pada penghitungan suara untuk pemilihan tim formatur. Dilakukan dengan mekanisme tertutup. Tim itu terdiri dari lima orang, satu pengurus FOZ sebelumnya dan empat sisanya dari LAZ. Akhir duduk mereka berlima: Sumadi Jamil (pengurus FOZ 2011-2014), Dr. Puriyadi (Baznas Kaltim), HM Jaelani (Baznas Balikpapan), Usman Abdurrahman (DD Kaltim) dan M Ardhani (PKPU Balikpapan).

    Ternyata, Tim Formatur bersidang melewati batas waktu. Hampir satu setengah jam para musyawirin menunggu. Informasinya, Baznas mengajukan nama M Roem (Ketua Baznas Balikpapan) sebagai Ketua FOZ Kaltim, namun tim yang lain tidak menyetujuinya. Sebab nama yang diajukan Baznas itu tidak hadir di arena Muswil. “Hak memilih dan dipilih itu harus hadir. Tidak bisa in-absentia,” kata Sumadi, panitia pengarah.

    Musyawarah berlanjut lagi. Di sela sholat Ashar, akhirnya disepakatilah Usman Abdurrahman sebagai Ketua FOZ Kaltim periode 2014-2017, dan M Ardhani sebagai Sekjen. Di akhir acara, Usman dan Ardhani dilantik oleh Ketua Umum FOZNas, secara simbolik dengan penyelamatn pin emas Forum Zakat di baju keduanya.

    “Ungkapan pertama dari saya adalah innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Terus terang, sebetulnya ini menambah amanah baru. Saya tidak panjang lebar. Khusus untuk kepengurusan dan juga peta perjalanan FOZ Kaltim dan pesan bagi kita pegiat zakat Kaltim, camkan dan resapilah: Wa’tashimu bihablillahi jami’an wa laa tafarraqu,” kata Usman, yang juga Kepala Cabang DD Kaltim, dalam sambutan perdananya.

    Tim formatur mendapat tugas menyusun kepengurusan maksimal satu bulan setelah Muswil. Setelah itu, mereka berkewajiban mengadakan Rakerwil sekaligus pelantikan resmi seluruh jajaran pengurus. Bangkit bergerak pegiat zakat Kaltim![]

    Bagikan Ini :

    Leave a Reply

    Close Menu