Forum Zakat – Sekolah Amil Indonesia kembali menghadirkan Kelas Bimbel Amil Zakat Batch 24 pada Selasa, 8 Juli 2025. Kali ini, materi disampaikan oleh Udhi Tri Kurniawan, Sekretaris Umum Forum Zakat dan Deputi Direktur 1 Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa. Topik yang diangkat adalah “Program dari Potensi Menjadi Portofolio: Pengembangan Program Lembaga Zakat Berbasis Sumber Daya Lokal.”
Dalam pembukaannya, Udhi menyampaikan bahwa kemiskinan tidak selalu berarti tidak memiliki harta. Sering kali, masyarakat memiliki aset namun tidak mampu mengelolanya secara produktif. Di sinilah peran amil zakat menjadi penting: mengelola, mendistribusikan, dan memberdayakan zakat agar berdampak langsung kepada mustahik.
Menurut Undang-Undang Zakat, pengelolaan zakat bertujuan untuk meningkatkan efektivitas layanan dan mengoptimalkan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam pandangan syariah, zakat juga bagian dari upaya menjaga harta, akal, keturunan, jiwa, dan agama. Maka, program zakat tidak boleh lepas dari nilai-nilai tersebut.
Udhi menekankan bahwa setiap program harus berangkat dari gagasan yang logis dan relevan. Gagasan itu harus memiliki tujuan yang jelas dan metode yang terarah. Ia mengajak peserta untuk menggali pengalaman masing-masing agar bisa menyusun program berbasis potensi lokal yang konkret dan berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang Program Berbasis Lokal
Udhi memotret sejumlah tantangan struktural yang dihadapi Indonesia. Antara lain, meningkatnya jumlah kelompok miskin dan menurunnya proporsi kelas menengah pasca pandemi, tingginya biaya pendidikan, hingga bertambahnya pekerja sektor informal.
Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah seperti kopi, gas, laut, dan hutan tropis. Sayangnya, desa sebagai wilayah dengan potensi besar justru ditinggalkan oleh penduduk usia produktif. Tahun 2025, lebih dari 67% penduduk Indonesia diperkirakan tinggal di kota, menyebabkan beban urbanisasi meningkat dan potensi desa tak tergarap maksimal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Udhi mengajak amil zakat merancang program berbasis impact dan sustainability. Program yang baik harus mampu meningkatkan kesejahteraan secara sosial, finansial, dan spiritual. Selain itu, program juga perlu menjamin keberlanjutan melalui tumbuhnya jejaring, adaptasi teknologi, dan inovasi.
Lima Strategi Pengembangan Program
Udhi memaparkan lima strategi utama dalam pengembangan program SDM lokal:
- Human Development – Pengelola program harus memiliki kapasitas dan komitmen belajar.
- Research – Amil harus mampu melakukan riset sederhana sebagai dasar program.
- Concept Building – Menyusun ide program yang logis dan kontekstual.
- Synergy – Berkolaborasi minimal dengan lima pihak: pemerintah, media, kampus, NGO, dan masyarakat.
- Publication – Menyampaikan hasil kerja kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas dan edukasi.
Dalam sesi ini, Udhi juga menjelaskan skema intervensi program seperti peningkatan kesadaran masyarakat, pengembangan kapasitas produksi, hingga perluasan jaringan sosial. Ia turut membagikan best practice program pemberdayaan Dompet Dhuafa seperti Desa Tani dan Desa Kopi, sebagai contoh sukses intervensi berbasis sumber daya lokal.
Bagi para amil yang tertarik mendapatkan rekaman dan materi lengkap kelas ini, dapat menghubungi Contact Center Sekolah Amil Indonesia di 0811-8100-023 dengan kontribusi sebesar Rp49.000.
Jangan lewatkan Bimbel Amil Zakat berikutnya untuk terus memperkuat kapasitas dan memperluas kebermanfaatan zakat di tengah masyarakat.









