Paradaya Movement: Kolaborasi Strategis Paragon Corp, FOZ-SAI, dan OPZ Mitra untuk Indonesia Bebas Pengangguran

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
paradaya movement

Forum ZakatParadaya Movement menjadi salah satu terobosan kolaboratif dalam menjawab tantangan besar pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Program ini merupakan hasil sinergi antara PT Paragon Technology and Innovation (Paragon Corp), Forum Zakat (FOZ) melalui Sekolah Amil Indonesia (SAI), serta 15 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dari berbagai daerah. Diresmikan sejak Juli 2024 di Istana Wapres RI saat Pembukaan Musyawarah Nasional FOZ ke-10, program ini telah berjalan satu tahun penuh dengan pencapaian yang berdampak nyata di tengah masyarakat.

Paradaya dirancang sebagai ekosistem penguatan kapasitas keterampilan bagi mustahik binaan OPZ agar siap terhubung langsung dengan dunia kerja. Dalam implementasinya, Paragon mengambil peran pendanaan dan penyedia pelatihan berbasis keterampilan vokasional, sementara FOZ-SAI bertanggung jawab dalam pelaporan, monitoring, dan penguatan peran fasilitator dari OPZ. OPZ sendiri menjadi ujung tombak dalam pemetaan calon penerima manfaat, penguatan karakter, hingga penghubung ke Balai Latihan Kerja (BLK) maupun offtaker sebagai mitra dunia usaha.

Program ini hadir sebagai respons terhadap angka kemiskinan yang masih tinggi, yaitu 24,06 juta penduduk berdasarkan data BPS 2024. Begitu pula dengan tantangan pengangguran terbuka yang mencapai 7,28 juta jiwa. Paradaya Movement hadir sebagai solusi berbasis kolaborasi yang mengintegrasikan pelatihan, pembinaan, dan penempatan kerja secara komprehensif.

Tercatat 864 penerima manfaat Paradaya Movement telah tersebar di 20 provinsi, dengan konsentrasi terbanyak di Jawa Barat (331 orang), Banten (110 orang), dan Jawa Tengah (106 orang). Mereka berasal dari latar belakang prasejahtera yang sebelumnya sulit menjangkau pelatihan formal maupun akses pekerjaan yang layak. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun mentalitas kerja dan spiritualitas sosial para peserta.

Capaian sepanjang satu tahun menunjukkan hasil signifikan: 483 peserta telah berhasil mendapatkan pekerjaan, 291 dinyatakan siap kerja, dan 74 sedang dalam tahap validasi. Mereka kini bekerja dengan pendapatan yang bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp11 juta per bulan, tergantung sektor kerja dan lokasi penempatan.

Melalui kolaborasi yang erat, 15 OPZ terlibat aktif dalam mendorong mobilitas sosial mustahik binaan. Di antara mitra yang terlibat adalah LAZNAS IZI, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Human Initiative, Lazismu, Lazisnu, BAZNAS, dan lainnya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat, jika didayagunakan dengan tepat, dapat menjadi kekuatan transformatif untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka akses menuju kemandirian ekonomi.

Paradaya Movement menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan masa depan yang inklusif, dengan mengintegrasikan pendekatan filantropi, edukasi, dan dunia usaha dalam satu ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi model nasional dalam pemberdayaan SDM Indonesia berbasis zakat dan sosial filantropi.