
Forum Zakat – Penganugerahan Zakat Awards 2025 menjadi rangkaian CEO OPZ Forum 2025 dengan suasana meriah dan penuh apresiasi. Ketua Dewan Juri, dr. A. Samhari Baswedan menegaskan bahwa penghargaan ini tidak mencari pemenang tunggal, tetapi merayakan praktik baik dari seluruh OPZ. “Everybody is a winner,” ujarnya, menunjukkan bahwa setiap program membawa pelajaran bagi ekosistem zakat.
Dalam pengantarnya, dr. Samhari menjelaskan bahwa penjurian Zakat Awards berawal dari menilai program, bukan sekadar melihat hasil akhir. Juri menelaah bagaimana program dirancang, dikelola, dan dijalankan oleh lembaga. Ia mengingatkan bahwa pada fase awal penyelenggaraan, banyak program masih menampilkan sekadar aktivitas dan dampak sederhana. Karena itu, penilaian kini bergerak lebih dalam untuk membaca kualitas penyusunan dan tata kelola.
Beliau kemudian menggambarkan perkembangan penilaian dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022, juri menerima 117 program dari 55 organisasi, meski kualitasnya belum merata. Kategori penilaian pun tumbuh dengan memasukkan aspek implementasi, manajemen SDM zakat, hingga pelayanan muzaki. Perluasan ini membuat penjurian tidak lagi berhenti pada “apa yang dilakukan”, tetapi juga “bagaimana hal itu dilakukan”.
Memasuki 2025, dr. Samhari menekankan pentingnya level playing field agar lembaga kecil dan besar dapat dinilai secara adil. Ia tidak ingin lembaga berskala kabupaten harus dibandingkan langsung dengan organisasi nasional yang memiliki sumber daya besar. Karena itu, mekanisme penjurian kini dibagi berdasarkan jangkauan lembaga: nasional, provinsi, dan kabupaten.
Beliau juga menyoroti percepatan digitalisasi. Beberapa OPZ besar telah memiliki sistem yang matang, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap awal. Menurutnya, digitalisasi pada akhirnya menjadi kebutuhan dasar. “Bagaimana membuat program yang bisa diakses lewat HP,” tegasnya, seraya menyebut bahwa digital akan menentukan kualitas layanan muzaki dan efisiensi lembaga ke depan.
Tahun ini, juri menelaah 143 portofolio pada tiga kategori: program initiative, fundraising initiative, serta Governance & Operation initiative. dr. Samhari menyampaikan keprihatinan karena sekitar separuh proposal masuk menjelang tenggat dengan struktur yang kurang sistematis. Kondisi ini membuat nilai awal rendah meski beberapa lembaga sebenarnya memiliki rekam jejak baik. Ia mencatat ada proposal yang rapi tetapi tampil lemah saat online showcase, dan sebaliknya, ada proposal sederhana namun menunjukkan performa kuat ketika presentasi. Karena itu, juri menilai melalui tiga tahap: proposal, online showcase, dan wawancara agar gambaran kualitas lembaga dapat diterima dengan utuh.
Menutup paparannya, dr. Samhari menjelaskan bahwa skema penghargaan tidak menggunakan istilah pemenang dan pecundang. Tiap lembaga mendapatkan pengakuan melalui kategori Platinum, Gold, Silver, dan Bronze, sesuai kekuatan programnya. Ia menegaskan bahwa lembaga kecil pun berpeluang meraih Platinum jika programnya kuat dan konsisten. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh juri inti, juri pendamping, dan para social expert yang ikut menilai ratusan proposal.
Rangkaian CEO OPZ Forum 2025 resmi berakhir pada sore hari dengan penyerahan penghargaan kepada para peraih nominasi. Tahun ini, total 24 Platinum, 29 Gold, 30 Silver, dan 60 Bronze diberikan kepada perwakilan lembaga. Suasana hangat dan penuh energi menutup acara, menguatkan semangat kolaborasi untuk terus memperbaiki tata kelola, memperluas dampak, dan memajukan gerakan zakat di Indonesia.









