Forum Zakat – Forum Zakat melalui Sekolah Amil Indonesia turut berperan aktif dalam memfasilitasi pelaksanaan pelatihan Beasiswa Sertifikasi Amil dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelatihan ini resmi dimulai pada Selasa, 15 April 2025 yang menyasar para amil zakat dari berbagai wilayah di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme mereka dalam pengelolaan zakat.
Pelatihan diselenggarakan secara daring selama empat hari dari tanggal 15 hingga 18 April 2025 diikuti oleh 90 peserta dari 31 Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia. Sekolah Amil Indonesia bertindak sebagai fasilitator utama dalam proses pelatihan. Selanjutnya, para peserta ini akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP KS).
Selain LSP KS, Beasiswa Sertifikasi Amil Kemenag juga menggandeng dua LSP lainnya, yaitu LSP BAZNAS dan LSP BEKSYA. Secara keseluruhan, terdapat 270 amil dari 82 LAZ nasional yang mengikuti beasiswa sertifikasi. Uji kompetensi akan dilaksanakan secara luring dalam tiga gelombang: Batch 1 (20–21 April), Batch 2 (27–28 April), dan Batch 3 (6–7 Mei 2025).
Mewujudkan Zakat yang Dikelola dengan Hati dan Kompetensi
Program Beasiswa Sertifikasi Amil merupakan inisiatif strategis untuk menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas SDM amil zakat, khususnya bagi lembaga zakat yang sedang dalam proses perizinan. Target utama dari program ini adalah amil dari LAZ tingkat kota/kabupaten dan provinsi, dengan beberapa peserta tambahan dari LAZ nasional.
Dengan adanya sertifikasi, amil zakat diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan standar kompetensi yang jelas dan profesional, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.
Fahrizal Amir, Kepala Sekolah Amil Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kementerian Agama RI, dalam hal ini Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (DIRZAWA). Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen positif dari DIRZAWA Kemenag RI yang tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga berperan sebagai hub dan katalisator gerakan zakat di Indonesia.
“Program ini menjadi inisiatif yang mendorong inklusivitas dalam proses belajar dan peningkatan kapasitas SDM amil zakat,” ujarnya. Sekolah Amil Indonesia, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kompetensi dan profesionalisme amil zakat di Indonesia.
Dengan adanya Beasiswa Sertifikasi Amil Kemenag, juga berupaya mendorong profesionalisme amil, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat, dan menjadikan pengelolaan zakat lebih efisien serta berdampak nyata.
“Harapan ke depan, program ini tidak hanya digerakkan oleh Kementerian Agama sebagai regulator, tetapi juga bisa menjadi model kolaboratif dengan sektor korporasi dan institusi pemerintah lainnya. Dan tentu, dampaknya tidak berhenti di sertifikasi, tapi benar-benar terasa bagi masyarakat sekitar,” tutup Fahrizal.









