Strategi Jitu Menulis Proposal Hibah yang Didanai dan Berdampak: Sorotan dari Bimbel Amil Zakat Batch 27

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Forum Zakat — Dalam dunia pengelolaan zakat yang semakin dinamis, kemampuan menulis proposal hibah menjadi keterampilan strategis yang wajib dimiliki oleh setiap amil. Menjawab kebutuhan itu, Sekolah Amil Indonesia kembali menggelar Bimbel Amil Zakat Batch ke-27 pada Selasa, 29 Juli 2025 secara daring melalui Zoom.

Mengusung tema “Dari Gagasan hingga Aksi: Strategi Membuat Proposal Grant yang Didanai dan Berdampak”, kelas ini menghadirkan Syamsul Ardiansyah, Senior Officer Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, sebagai narasumber utama.

Di tengah menurunnya pendanaan resmi dari lembaga internasional seperti disampaikan dalam laporan OECD dan Global Humanitarian Assistance lembaga-lembaga amil zakat dituntut untuk berinovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk hibah (grant) dari berbagai institusi nasional dan internasional.

Menurut Syamsul, penurunan dana hibah dari luar negeri mendorong banyak organisasi kemanusiaan internasional untuk bertransformasi menjadi lembaga lokal. “Indonesia dianggap memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil dan konsisten menduduki peringkat sebagai negara paling dermawan di dunia. Ini adalah peluang besar bagi lembaga zakat dan filantropi untuk memperluas jejaring pendanaan,” ungkapnya.

Bukan Sekadar Tulis Proposal, Tapi Strategi Menumbuhkan Dampak

Dalam paparannya, Syamsul menekankan pentingnya proposal hibah yang tidak hanya menarik secara narasi, tetapi juga kuat dalam struktur kelembagaan. Mulai dari legalitas organisasi, sistem pelaporan, keselarasan dengan donor goals, hingga rencana keberlanjutan program, menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi penulisan proposal.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sesi ini antara lain:

  • Teknik menyusun problem statement yang berbasis data dan relevansi sosial,
  • Cara mengidentifikasi dan memetakan donor potensial,
  • Rekomendasi tahapan menyusun proposal dari awal hingga tahap pengiriman dan tindak lanjut,
  • Kesalahan umum yang harus dihindari dalam proses penulisan proposal.

“Banyak lembaga gagal mendapatkan hibah karena proposalnya tidak menggambarkan urgensi, tidak jelas tujuan, atau tidak selaras dengan fokus pendonor. Ini bukan hanya soal teknis menulis, tapi bagaimana kita menyampaikan nilai dan dampak program,” jelas Syamsul.

Mulai dari Langkah Kecil, Bangun Reputasi Besar

Syamsul juga mendorong peserta untuk tidak berkecil hati jika belum berhasil mendapatkan hibah besar. “Mulailah dari hibah kecil. Bangun portofolio dan kapasitas internal secara bertahap. Konsistensi dan keberhasilan program adalah kunci utama menarik kepercayaan donor,” ujarnya.

Antusiasme peserta terhadap sesi ini terlihat dari diskusi yang interaktif serta permintaan materi tambahan untuk pendalaman. Para amil dari berbagai lembaga zakat mendapatkan pemahaman baru dan praktis untuk mulai menerapkan strategi penulisan proposal hibah di lembaganya masing-masing.

Dapatkan rekaman dan materi lengkap kelas ini dengan menghubungi Contact Center Sekolah Amil Indonesia di 0811-8100-023 (Rp49.000/sesi). Jangan lewatkan kelas Bimbel Amil Zakat berikutnya untuk terus bertumbuh sebagai amil profesional yang berdampak!