Forum Zakat – PT Telkom Regional 3 bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) menginisiasi tiga aksi berdampak di pesisir Labuan Bajo, NTT, sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tiga aksi tersebut meliputi penanaman mangrove di Nanga Lumut, konservasi terumbu karang di Pantai Waecicu, serta dukungan penguatan usaha mikro melalui pemberian sarana usaha kepada komunitas lokal.
Kegiatan yang dilangsungkan pada Kamis (17/4) ini berlokasi di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gua Rangko, Komunitas Rumah Pekerti, serta Pemerintah Daerah Manggarai Barat.
Tanam mangrove dilakukan di sekitar landing point Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) milik Telkom di Nanga Lumut, sementara konservasi transplantasi terumbu karang berlangsung di Pantai Waecicu, yang dinilai memiliki potensi sebagai destinasi wisata alternatif di luar Taman Nasional Komodo.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Telkom terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Kalau bicara keberlanjutan, kita tidak hanya memikirkan diri kita, tapi juga generasi yang akan datang. Kalau hari ini PT Telkom sudah memulai, tentu ada harapan pihak lain juga ikut bergerak,” ujar Edistasius.
Sementara itu, EVP Telkom Regional 3, Fera Pebrayenti, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Telkom dalam mendorong misi ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui prinsip tanggung jawab bisnis berkelanjutan (Go Zero).
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian kontribusi Telkom untuk semua lini—baik laut maupun darat—dalam mengurangi jejak karbon dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain aksi lingkungan, PT Telkom juga menyerahkan bantuan sarana usaha kepada Komunitas Rumah Pekerti, sebagai bagian dari dukungan terhadap pertumbuhan UMKM lokal. Kegiatan ini juga mencakup sesi edukasi mengenai penanaman mangrove dan teknik transplantasi terumbu karang, yang dipandu oleh tim konservasi dari Bakti Tunas Negeri.
Ande Kefi, Sekretaris Perkumpulan Bakti Tunas Negeri, menjelaskan fungsi ekologis terumbu karang dalam melindungi biota laut dan garis pantai dari abrasi.
“Transplantasi terumbu karang mempercepat proses pemulihan ekosistem laut yang rusak. Terumbu karang berfungsi sebagai tempat bertelur ikan, perlindungan dari predator, serta pelindung alami garis pantai dari ombak besar,” jelasnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan simbolisasi penanaman mangrove, penenggelaman rak transplantasi terumbu karang, serta penyerahan secara simbolik dukungan UMKM.
Dengan terlaksananya program ini, PT Telkom dan BMM berharap inisiatif tersebut menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir. Labuan Bajo pun diharapkan bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya, tapi juga karena ekosistem lautnya yang terjaga dan masyarakatnya yang berdaya.









