Wadah Berhimpunnya Lembaga Amil Zakat Dan Badan Amil Zakat

    Tingkatkan Pengelolaan Zakat, NU Care Surabaya Siapkan 100 Kader
    NU Care Surabaya Siapkan 100 Kader

    Tingkatkan Pengelolaan Zakat, NU Care Surabaya Siapkan 100 Kader

    Bagikan Ini :

    Untuk meningkatkan manajerial pengelolaan dana dan kegiatan bantuan sosial masyarakat Kota Surabaya,  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama Kota Surabaya merekrut  pemuda dan kalangan kampus menjadi 100 kader “NU Care”.

    Ketua Lazisnu Kota Surabaya Yusuf Hidayat, di Surabaya, Minggu (10/4) mengatakan 100 kader itu berasal dari warga NU, remaja NU, dan kalangan kampus di Surabaya seperti ITS dan Unair. “Mereka akan menjadi motor penggerak Lazisnu dan Program NU Care di Surabaya. Untuk itu, mereka nanti diharapkan mampu menjadi petugas yang profesional dalam manajerial pengelolaan dan pengoperasian dana zakat, non-zakat, infak dan sedekah dari warga NU dan masyarakat,” katanya pula.

    Diharapkan mereka akan menjadi kader yang mampu bekerja secara profesional dalam pengelolaan dana untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kegiatan bantuan sosial “NU Care”, seperti bantuan pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Surabaya.

    di Kesempatan yang sama,  Pimpinan Pusat Lazisnu Syamsul Huda berharap dengan pelatihan kader tersebut nantinya bisa melakukan pengelolaan dana dan memperbanyak kegiatan bantuan “NU Care” di Surabaya.

    Pada tahun 2016, PBNU melalui Lazisnu lebih meningkatkan bantuan sosial melalui Program NU Care, sedangkan untuk urusan zakat Lazisnu tetap bekerjasama dengan Baznas. “Untuk dana Program NU Care dan kegiatan sosial sepenuhnya akan dilakukan oleh NU cabang masing-masing dan laporan pengelolaan akan disampaikan secara transparan dan terbuka, laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja,” ujarnya.

    Wakil Rais Syuriah NU Kota Surabaya KH Azhar Sofwan MPi berpesan agar dalam meningkatkan dan mengembangkan manajemen operasional tetap mengedepankan aspek hukum yang sudah ditetapkan oleh NU maupun regulasi dari pemerintah.

    “Yang perlu diperhatikan oleh Lazisnu bahwa manajemen adalah untuk mempercepat dan mempermudah orang untuk berzakat tapi bukan mengabaikan aspek hukum, mudah-mudahan dengan prinsip ini semangat berzakat semakin tinggi,” ujarnya pula.

    Bagikan Ini :

    Leave a Reply

    Close Menu