Workshop Asia Pacific Coalition for Palestine Tegaskan Peran Indonesia sebagai Pusat Koordinasi Kawasan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Workshop Asia Pasifik Coalition for Palestine

Workshop Asia Pasifik Coalition for Palestine

Forum Zakat, Jakarta — Workshop Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine diselenggarakan pada Rabu (04/02/2026) di Philanthropy Building Dompet Dhuafa sebagai tindak lanjut Deklarasi Asia-Pasifik untuk Palestina 2025. Kegiatan ini menegaskan peran Indonesia sebagai pusat koordinasi (Headquarter/HQ) Koalisi Global untuk Palestina wilayah Asia Pasifik.

Workshop dibuka oleh Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, yang juga bertindak sebagai Ketua Workshop. Dalam pembukaannya, disampaikan pentingnya konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk menerjemahkan mandat strategis tersebut ke dalam tata kelola organisasi, program yang efektif, serta mekanisme pendanaan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini bertujuan membangun konsensus strategis antar unsur pemangku kepentingan baik Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga filantropi, dan organisasi masyarakat terkait pengelolaan HQ Asia Pasifik. Fokus pembahasan meliputi penguatan tata kelola kelembagaan, penetapan program prioritas kawasan, serta perancangan skema pendanaan jangka panjang melalui Dana Abadi Palestina (Gaza Endowment Fund).

Dalam workshop ini, para peserta menyepakati Berita Acara Kesepakatan Bersama Pembentukan Headquarter (HQ) Koalisi Global untuk Palestina Wilayah Asia Pasifik. Kesepakatan tersebut mencakup pengesahan Piagam Tata Kelola (Charter of Governance), pembentukan struktur organisasi yang terdiri dari Dewan Pengarah (Steering Council) dan Sekretariat Eksekutif yang profesional dan ramping, serta penetapan Jakarta sebagai regional hub koordinasi bagi Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan, dan wilayah Pasifik.

Selain itu, disepakati pula Matriks Program Prioritas Asia Pasifik 2025–2026 yang berfokus pada koordinasi strategis, diplomasi dan advokasi, koordinasi kemanusiaan, pengembangan pusat riset dan data, serta penguatan kapasitas pemuda. Dalam 100 hari pertama, koalisi akan memprioritaskan peluncuran Asia Pacific Palestine Annual Report dan pembangunan digital dashboard integrasi bantuan.

Terkait keberlanjutan pendanaan, workshop menghasilkan komitmen bersama untuk menginisiasi Gaza Endowment Fund sebagai skema dana abadi bagi rekonstruksi infrastruktur vital di Palestina. Dana ini akan dikelola secara transparan, akuntabel, sesuai prinsip syariah, serta diaudit oleh lembaga audit internasional yang kredibel, dengan dukungan Tim Teknis Lanjutan untuk memastikan kesesuaian regulasi nasional dan internasional.

Forum Zakat turut berpartisipasi dalam proses konsensus ini sebagai bagian dari unsur filantropi. Ketua Umum Forum Zakat, Wildhan Dewayana, hadir dan menandatangani Berita Acara Kesepakatan Bersama bersama perwakilan MUI dan Dompet Dhuafa sebagai bentuk komitmen kolektif dalam mendukung kerja-kerja kemanusiaan dan solidaritas berkelanjutan bagi Palestina.

Workshop ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi langkah-langkah tindak lanjut, termasuk penyempurnaan aspek administratif dan legalitas, penguatan tim kesekretariatan dan diplomasi, serta percepatan peresmian sekretariat HQ Asia Pasifik. Seluruh kesepakatan tersebut menjadi dasar kerja bersama Koalisi Global untuk Palestina di kawasan Asia Pasifik.