Mendikbudristek Prof. Brian Yuliarto Terima Audiensi Forum Zakat Bahas Perluasan Manfaat Zakat Bidang Pendidikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
pendidikan manfaat zakat

Forum Zakat – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Prof. Brian Yuliarto menerima audiensi dari Forum Zakat (FOZ) yang dibersamai oleh Dirzawa Kementerian Agama (Kemenag) dalam sebuah pertemuan yang bertujuan untuk memperluas dampak zakat, khususnya dalam bidang pendidikan pada Selasa, 18 Maret 2025.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penggerak zakat, antara lain Prof. Waryono Abdul Ghofur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Wildhan Dewayana, Ketua Umum Forum Zakat, Iqbal Dwi Noviawan, Wakil Ketua Umum FOZ, serta Neny Suhaeni, Bendahara Forum Zakat, dan Agus Budiyanto, Direktur Eksekutif Forum Zakat.

Forum Zakat yang kini tergabung 184 lembaga zakat se-Indonesia, membuka pertemuan dengan pengantar dari Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana. Dalam pengantar tersebut, Wildhan menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk berkoordinasi dalam rangka menyelaraskan agenda zakat dengan agenda pendidikan guna memperluas manfaat zakat. Sebagai rumah besar gerakan zakat, Forum Zakat diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam memperluas dampak positif zakat di bidang pendidikan.

Sementara itu, Prof. Waryono Abdul Ghofur dalam pengantarnya mengungkapkan bahwa Kemenag RI tengah mempersiapkan peluncuran Beasiswa Zakat yang menyasar mahasiswa mustahik (penerima zakat). Beasiswa ini bertujuan agar mahasiswa mustahik dapat fokus dalam menjalani pendidikan tinggi. 

Program beasiswa zakat ini diperuntukkan bagi mahasiswa di universitas-universitas yang berada di bawah naungan Kemendikbud. Prof. Waryono juga menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 18 lembaga amil zakat (LAZ) yang bergabung dalam program ini, antara lain BAZNAS, Rumah Zakat Indonesia, BMH, Nurul Hayat, IZI, Dompet Dhuafa, LMI, dan masih banyak lagi. Ia berharap, beasiswa ini dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dan memberikan kesempatan untuk belajar tanpa terbebani masalah biaya.

Salah satu saran yang disampaikan oleh Prof. Brian Yuliarto, Mendikbudristek, adalah agar penerima beasiswa zakat tidak overlap dengan penerima beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar), guna memastikan agar beasiswa ini lebih tepat sasaran. 

Sebagai tambahan, Prof. Brian juga menginisiasi program student loan yang dikelola melalui dana abadi dari lembaga non-pemerintah (NGO), yang memberikan pinjaman pendidikan dengan bunga 0% dan dapat dilunasi setelah mahasiswa lulus dan bekerja. Ia membuka peluang bagi Forum Zakat untuk bergabung dalam program ini, dengan harapan bisa dilakukan nota kesepahaman (MoU) antara keduanya.

Prof. Brian menekankan bahwa pendidikan tinggi adalah sektor yang sangat strategis bagi kemajuan bangsa, dan ia mengapresiasi segala bentuk amal sholeh yang dilakukan oleh lembaga zakat. 

Menurutnya, sinergi antara pendidikan dan zakat dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dalam kesempatan tersebut, Mendikbudristek juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung program-program yang akan melibatkan lembaga zakat, termasuk program beasiswa S3 bagi dosen-dosen yang ingin melanjutkan pendidikan.

Pertemuan ini menjadi langkah positif untuk mengintegrasikan zakat dengan sektor pendidikan dengan tujuan memperluas manfaatnya bagi masyarakat, khususnya bagi mahasiswa mustahik yang memiliki potensi besar namun terkendala biaya pendidikan. Kemenag dan Forum Zakat berharap melalui kolaborasi ini, akan tercipta lebih banyak kesempatan pendidikan bagi mereka yang membutuhkan serta dapat membantu mencetak generasi penerus yang berkualitas untuk bangsa.