Kolaborasi Zakat dan Dunia Usaha Bangun Solusi Ketenagakerjaan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
paradaya kolaborasi ketenagakerjaan

Forum Zakat – Forum Zakat terus memperkuat komitmennya dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan melalui model kolaborasi lintas sektor. Dalam kegiatan Talk Show Paradaya 2.0 yang digelar di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, Forum Zakat mengambil peran aktif dalam mengintegrasikan gerakan zakat sebagai bagian dari solusi sistemik mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

Paradaya Movement merupakan program pemberdayaan kolaboratif yang diinisiasi oleh PT Paragon Corp, Forum Zakat melalui Sekolah Amil Indonesia (SAI), serta mitra Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Program ini dirancang untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terhubung langsung antara pelatihan vokasional, pendampingan sosial, dan penyerapan tenaga kerja oleh industri atau offtaker.

Dalam forum diskusi, Ketua Umum Forum Zakat Wildhan Dewayana menyampaikan bahwa gerakan zakat memiliki peran penting dalam transformasi sosial. Terlebih, zakat berkaitan dengan kewajiban yang harus begitu serius dalam mengurus zakat.

“Masyarakat Indonesia merupakan yang paling dermawan di dunia. Potensi zakat yang kita miliki sangat besar, dan ini bukan sekadar soal kedermawanan, tapi zakat adalah kewajiban yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT. Maka dari itu, edukasi tentang zakat harus terus diperkuat, terutama di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, agar zakat tidak hanya menjadi kewajiban individu, tapi juga solusi kolektif atas berbagai persoalan sosial,” ujar Wildhan Dewayana, Ketua Umum Forum Zakat.

Paradaya telah berjalan sejak pertengahan 2024 dan melibatkan 15 OPZ mitra di lebih dari 20 provinsi. Sebanyak 864 mustahik terlibat dalam program ini, di mana lebih dari 480 orang telah berhasil terserap di dunia kerja. Pendekatan program yang berbasis kebutuhan industri membuat pelatihan yang diberikan bersifat praktis dan relevan. OPZ berperan tidak hanya dalam memberikan pelatihan, tetapi juga dalam menjembatani hubungan mustahik dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan offtaker.

Forum Zakat melalui Sekolah Amil Indonesia memfasilitasi pemetaan kebutuhan, pelaporan, serta penjaminan kualitas pelaksanaan di lapangan. Hal ini menciptakan standar pelaksanaan program zakat yang adaptif terhadap isu ketenagakerjaan nasional.

Dalam paparannya, Kementerian Ketenagakerjaan menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah pengangguran usia muda dan produktivitas tenaga kerja yang masih rendah. Paradaya hadir sebagai contoh nyata penguatan ekosistem ketenagakerjaan yang tidak bertumpu pada satu sektor. Dunia usaha, masyarakat sipil, dan lembaga keagamaan bersatu untuk menciptakan perubahan jangka panjang.

Paradaya Movement juga mendorong siklus berkelanjutan di mana keberhasilan penerima manfaat akan kembali mendukung program selanjutnya. Dana yang dikelola oleh institusi finansial seperti Paragon sebagai donor pun dimanfaatkan secara produktif dan tepat sasaran.

Gerakan ini menjadi contoh konkret bahwa sinergi antara filantropi Islam dan dunia usaha dapat menciptakan dampak luas. Paradaya bukan sekadar pelatihan, tapi juga sistem pemberdayaan yang membangun koneksi antara individu, pelaku industri, dan negara dalam mendorong kesejahteraan bersama.