Forum Zakat, Jakarta – Komitmen memperkuat peran filantropi dalam isu kemanusiaan global terus digaungkan. Kali ini, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat Forum Zakat (FOZ) dalam rangka menjajaki peluang kolaborasi strategis, khususnya dalam penguatan pendekatan filantropi Islam untuk isu pengungsi.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (06/05/2026) ini dihadiri oleh perwakilan UNHCR, Salman dan Amar dari unit partnership dan fundraising, serta perwakilan FOZ, Direktur Eksekutif Agus Budiyanto dan Manajer Inovasi & Literasi Teguh Samudra. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UNHCR untuk membangun kembali jejaring kemitraan dengan berbagai organisasi filantropi di Indonesia.
Dalam diskusi, UNHCR menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan strategi penguatan kemitraan, khususnya dalam sektor filantropi. Langkah ini dilakukan untuk memperluas dampak program kemanusiaan yang selama ini dijalankan, sekaligus mengoptimalkan potensi kolaborasi dengan lembaga-lembaga lokal.
“FOZ kami lihat memiliki peran yang unik sebagai asosiasi lembaga zakat. Ini menjadi titik temu yang penting, terutama dalam menjembatani pendekatan filantropi Islam dengan isu kemanusiaan global seperti pengungsi,” ungkap Salman perwakilan UNHCR.
Selain itu, UNHCR juga tengah melakukan evaluasi terhadap berbagai inisiatif kolaborasi sebelumnya, termasuk dari sisi komitmen, implementasi, hingga pelaporan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kerja sama ke depan dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan berkelanjutan.
Dari sisi FOZ, disampaikan bahwa peluang kolaborasi dengan UNHCR sangat terbuka, terutama dalam aspek peningkatan awareness (kesadaran) publik terkait isu pengungsi. Edukasi menjadi langkah awal yang krusial sebelum mendorong keterlibatan lebih jauh dari lembaga zakat (LAZ) dalam program-program kemanusiaan global.
“Biasanya kami memulai dari awareness terlebih dahulu. Ketika pemahaman publik dan lembaga sudah terbentuk, barulah program bisa berjalan lebih kuat dan berdampak,” ujar perwakilan FOZ.
FOZ juga melihat bahwa jejaring LAZ memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan program, mengingat masing-masing lembaga memiliki basis massa dan audiens yang kuat. Dengan pendekatan yang tepat, kolaborasi dapat berkembang menjadi model konsorsium atau replikasi program di berbagai wilayah.
Dalam kesempatan ini, UNHCR juga menyampaikan rencana penyelenggaraan sejumlah agenda ke depan, di antaranya kegiatan peringatan Hari Pengungsi Sedunia pada 20 Juni, stakeholder gathering, hingga rangkaian program awareness seperti office tour dan penyusunan konten edukatif terkait isu pengungsi.
Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi ke depan perlu dibangun secara bertahap, dimulai dari penguatan pemahaman bersama, komunikasi yang intensif, hingga perumusan desain program yang relevan dengan konteks Indonesia.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membuka ruang sinergi antara lembaga global dan gerakan zakat nasional. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan upaya kemanusiaan, khususnya dalam merespons isu pengungsi dapat semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.









