Forum Zakat – Dalam sesi Bimbel Amil Zakat Batch 26, Hairunisa Rismawati (HG Manager YDSF) mengajak para peserta untuk memahami filosofi “Insan Bertumbuh”, sebuah pendekatan holistik membina SDM amil agar berkembang seperti pohon yang dirawat dengan baik.
Rismawati menggambarkan organisasi sebagai “pohon yang baik”, di mana benih adalah kepercayaan, akar adalah kecerdasan, batang adalah ikhtiar, dan buah adalah hasil yang bermanfaat. “Pertumbuhan sejati bukan sekadar program. Ini adalah siklus kehidupan yang harus dirawat,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya perubahan paradigma kepemimpinan. Jika dahulu pemimpin sering bertindak sebagai mandor atau mekanik, kini pemimpin harus menjadi “petani” atau “arsitek taman” yang merawat ekosistem agar semua individu bisa tumbuh optimal.
“Pemimpin tidak bisa sekadar mengontrol. Mereka harus merawat, memberi nutrisi, dan menciptakan ruang agar setiap amil bisa berkembang,” tambahnya.
Rismawati juga mengenalkan Golden Spiral Dialogue (GSD), metode percakapan untuk menumbuhkan SDM secara berkelanjutan. Lima tahapnya meliputi:
- The Mirror: Memahami realitas kinerja tanpa penghakiman.
- The Compass: Menentukan arah dan menyelaraskan tujuan pribadi dengan misi organisasi.
- The Map: Menyusun rencana strategis yang bisa dijalankan.
- The First Step: Mengubah rencana menjadi langkah nyata.
- The Milestone: Mengukur kemajuan dan memulai siklus akuntabilitas baru.
Filosofi ini, menurut Rismawati, mendorong SDM amil menjadi insan yang tidak hanya bekerja, tetapi juga bertumbuh dalam kontribusi dan makna. Dengan pendekatan ini, lembaga zakat diharapkan bisa mencetak amil yang berdaya, adaptif, dan membawa dampak positif bagi masyarakat.









