
Forum Zakat – Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana menghadiri Rapat Rencana Strategis (Renstra) LAZNAS Alzis Al Washliyah Tahun 2026 pada Selasa (13/01/2026). Kehadiran ini menegaskan komitmen FOZ untuk terus menguatkan peran dan kehadiran lembaga zakat anggotanya di tengah masyarakat melalui perencanaan yang terarah dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Wildhan menyampaikan bahwa penguatan zakat tidak hanya diukur dari besaran penghimpunan, tetapi terutama dari kejelasan arah dan dampak yang dihasilkan. Menurutnya, Renstra menjadi instrumen penting untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan selaras dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman.
“Kalau bicara zakat, kita bukan hanya bicara tentang besarannya saja, tetapi juga tentang arah. Ke mana zakat ini akan membawa manfaat dan kontribusi yang lebih luas,” ujar Wildhan dalam arahannya.
Ia menegaskan bahwa Rencana Strategis bukan sekadar dokumen administratif, melainkan wujud komitmen bersama dalam membangun tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak. Melalui penguatan tata kelola, sinergi program, serta perencanaan strategis yang matang, FOZ mendorong setiap lembaga zakat anggota untuk semakin dipercaya publik dan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi umat.
Lebih lanjut, Wildhan juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap arsitektur zakat nasional. Ia menyampaikan bahwa zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) kini ditempatkan sebagai bagian dari instrumen pembangunan nasional.
“Baik Presiden Prabowo maupun para menteri menyampaikan harapan agar ZISWAF terlibat sebagai instrumen peredam dalam tiga konteks utama: perlindungan sosial, peningkatan kesejahteraan, dan pengentasan kemiskinan,” jelasnya.
Ia menambahkan, zakat telah secara eksplisit masuk dalam RPJMN 2025–2029, yang menandai semakin strategisnya peran zakat dalam agenda pembangunan nasional. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga zakat untuk bergerak lebih terkoordinasi dan profesional.
“Artinya, ke depan zakat akan semakin berada di pusat, berhadapan langsung dengan agenda kenegaraan dan pembangunan nasional. Kita harus bergerak dari ruang pinggiran yang berserak menuju ruang tengah, untuk bersama-sama memberi kontribusi pada indikator pembangunan yang lebih besar,” tegasnya.
Kehadiran Ketua Umum FOZ dalam Rapat Renstra LAZNAS Alzis Al Washliyah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-lembaga zakat serta mendorong lahirnya perencanaan strategis yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak, sejalan dengan arah pembangunan nasional dan kebutuhan umat di masa depan.









