Leaders Talk FOZ Bahas Kolaborasi Strategis Zakat untuk Capai Nol Kemiskinan Ekstrem 2029

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Leaders Talk Menuju Kolaborasi Indonesia Berdaya

Leaders Talk Menuju Kolaborasi Indonesia Berdaya

Forum Zakat – Forum Zakat (FOZ) bersama Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI serta Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat menggelar Leaders Talk secara daring, Selasa (03/02/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi zakat dalam mendukung Program Indonesia Berdaya dan target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2029.

Sebanyak 150 pimpinan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) anggota FOZ mengikuti forum ini. Leaders Talk menjadi ruang dialog antara lembaga zakat dan pemerintah untuk menyamakan arah kebijakan, menyinergikan program, serta memperkuat peran zakat dalam agenda pengentasan kemiskinan nasional.

Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar potensi zakat dapat berdampak lebih luas. “Leaders Talk ini kami posisikan sebagai ruang strategis untuk menyatukan langkah OPZ dan pemerintah, agar ikhtiar pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih terkoordinasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, isu integrasi data menjadi salah satu sorotan utama. Direktur Zakat & Wakaf Kemenag RI, Prof. Waryono, menekankan pentingnya penggunaan data yang terintegrasi agar intervensi zakat tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat miskin. “Pengentasan kemiskinan harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar. Untuk itu, data yang tunggal dan terintegrasi menjadi fondasi agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif,” tuturnya dalam pemaparan forum.

Diskusi juga menyoroti perlunya pendekatan yang terstruktur dan terukur dalam program zakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan produktivitas dan pemberdayaan ekonomi, hingga perluasan akses layanan dasar seperti pendidikan dan perumahan. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program zakat tidak berjalan sendiri, tetapi saling menguatkan dengan program pemerintah.

Sementara itu, perwakilan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Billy Ariez, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat. “Kolaborasi antara pemerintah, Forum Zakat, dan jejaring filantropi menjadi modal penting untuk memperkuat program Indonesia Berdaya. Fokusnya tidak hanya pada bantuan jangka pendek, tetapi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat,” disampaikan dalam forum.

Leaders Talk juga membahas rencana kolaborasi program Ramadan, termasuk kegiatan distribusi dan program edukatif bagi anak-anak yatim serta kelompok rentan. Program-program tersebut dirancang dalam tiga keranjang utama, yaitu kebutuhan dasar, produktivitas dan pemberdayaan, serta akses layanan dasar, yang akan dipantau dan dievaluasi secara berkala.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan melalui forum koordinasi yang lebih teknis, termasuk penyempurnaan skema dan penamaan program agar tetap netral dan inklusif. Melalui Leaders Talk ini, FOZ menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi zakat sebagai bagian dari solusi nyata pengentasan kemiskinan di Indonesia.