GRC Jadi Fokus FOZ dalam Mengukur Kesehatan Lembaga Zakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Leaders Talk GRC

Forum Zakat, Jakarta — Forum Zakat (FOZ) terus mendorong penguatan tata kelola lembaga zakat melalui pendekatan yang lebih terukur dan sistematis. Salah satunya dengan memperkenalkan konsep Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai instrumen untuk menilai kesehatan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ).

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Leaders Talk yang digelar secara daring pada Jumat (8/5). Forum ini menghadirkan para pimpinan lembaga zakat anggota FOZ untuk mendiskusikan pentingnya tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan sebagai fondasi keberlanjutan lembaga.

Ketua FOZ, Wildhan, menegaskan bahwa survei GRC bukan sekadar instrumen administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat kelembagaan. “Survei ini harus dipandang sebagai kebutuhan, bukan beban. Ini adalah bagian dari upaya kita menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan lembaga zakat,” ujarnya.

Dalam sesi tersebut, Kepala Bidang Penguatan Kelembagaan FOZ, Wakhid Efendi, memaparkan secara rinci desain survei GRC yang akan digunakan sebagai alat ukur kesehatan OPZ. Survei ini terdiri dari 41 pertanyaan yang mencakup delapan dimensi utama, yaitu tata kelola, sumber daya manusia, keuangan, program, audit, teknologi, kepatuhan syariah, dan manajemen risiko.

Menurut Wakhid, GRC Index ini dikembangkan melalui diskusi bersama para ahli dan terinspirasi dari konsep penilaian kesehatan korporasi. “Instrumen ini diharapkan menjadi alat navigasi bagi OPZ untuk melihat posisi kelembagaannya saat ini sekaligus mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Lebih lanjut, mekanisme survei dilakukan secara digital melalui Google Form dan dapat diselesaikan dalam waktu 20–30 menit. Untuk menjaga validitas data, setiap OPZ diminta melibatkan minimal lima responden di tingkat nasional dan tiga responden di tingkat provinsi atau kabupaten/kota. FOZ juga mendorong keterlibatan Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai bagian dari responden guna memperkuat aspek kepatuhan syariah.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga menyoroti pentingnya tindak lanjut dari hasil survei. FOZ menyiapkan berbagai bentuk intervensi, mulai dari pelatihan, benchmarking, hingga dukungan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga. Hasil survei nantinya akan diolah menjadi Indeks Kesehatan OPZ dan dilaporkan kembali kepada masing-masing lembaga sebagai bahan evaluasi.

Selain itu, FOZ juga merancang langkah lanjutan berupa pengelompokan OPZ berdasarkan hasil penilaian untuk kebutuhan pembinaan yang lebih terarah, seperti focus group discussion (FGD) dan lokakarya tematik. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kapasitas kelembagaan secara kolektif.

Melalui inisiatif ini, FOZ menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem zakat yang lebih profesional, transparan, dan berdampak. Implementasi GRC diharapkan tidak hanya memperkuat internal lembaga, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.