Pada 2018, hanya 7,42 persen rumah tangga di Indonesia punya akses sanitasi aman. Sebanyak 9,36 persen masih buang air besar sembarangan (Bappenas, 2018). Masalah ini tidak selesai dengan semen dan kloset. Akarnya ada pada kebiasaan yang sudah turun-temurun. Lalu bagaimana dana zakat bisa mengubah kebiasaan itu di desa yang jauh dari kota? Buku pertama Seri Praktik Baik Zakat on SDGs ini menjawabnya lewat 14 tahun kerja nyata di Banten.
Mengalirkan Harapan – Kisah Inspiratif Program Sanitasi LAZ HARFA merekam kerja Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ HARFA) sejak 2007. Bersama Caritas Australia, LAZ HARFA memakai pendekatan Community Led Total Sanitation (CLTS). Fasilitator memicu kesadaran warga lebih dulu, baru kemudian jamban dibangun. Hasilnya 11.162 jamban dan 109 titik sarana air bersih berdiri di lima kabupaten/kota. Lebih dari 50 ribu warga kini meninggalkan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS).
Buku setebal 228 halaman ini menuturkan perjalanan program lewat suara fasilitator lapangan, kepala desa, kader posyandu, dan warga penerima manfaat. Pembaca akan menemukan inovasi yang lahir dari lapangan, mulai dari arisan jamban, nonton bareng warga, pelatihan cetak kloset, hingga wirausaha sanitasi. Program ini menyumbang langsung pada Tujuan 6 SDGs tentang air bersih dan sanitasi layak. Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Agama, dan Caritas Australia turut memberi kata pengantar. Lembaga zakat yang ingin merancang program pemberdayaan berbasis perubahan perilaku dapat menjadikan buku ini rujukan praktis.
Ingin membaca kisah lengkapnya? Unduh buku Mengalirkan Harapan secara gratis.








