Ahmad Juwaini Tekankan Pentingnya Akselerasi Kapabilitas Lembaga Zakat di Era Perubahan Cepat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Akselerasi Kapabilitas Lembaga Zakat

Forum Zakat  — Dalam rangkaian Opening Ceremony Leaders Talk Special 5th ACBFest yang digelar daring pada Rabu, 6 Agustus 2025, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menyampaikan urgensi percepatan peningkatan kapabilitas lembaga zakat agar tetap relevan, adaptif, dan berdampak luas di tengah perubahan zaman.

Menurut Ahmad Juwaini, percepatan ini menjadi kebutuhan mendesak karena ekosistem filantropi Islam saat ini dihadapkan pada perubahan lingkungan global yang sangat cepat, termasuk gelombang globalisasi, digitalisasi, dan regulasi baru. “Selain itu, tuntutan muzaki dan publik agar lembaga zakat semakin amanah dan profesional terus meningkat, sementara persaingan antar lembaga juga menuntut kinerja yang efisien, efektif, dan berdampak nyata,” ujarnya.

Baca Juga: Momen Milad Ke-9, SAI Akselerasi Kompetensi untuk Dampak Nyata Gerakan Zakat Indonesia

Ia menegaskan, proses akselerasi kapabilitas lembaga zakat tidak boleh dipandang sebagai proyek sesaat, melainkan sebuah proses yang terencana dan berkelanjutan. Beberapa area prioritas yang perlu diperkuat mencakup manajemen proses bisnis zakat, kepemimpinan yang visioner, pemanfaatan teknologi digital, tata kelola yang transparan, budaya organisasi yang sehat, serta kompetensi SDM amil yang memadai.

Dalam paparannya, Ahmad Juwaini juga membagikan best practices dari Dompet Dhuafa dalam mengembangkan organisasi zakat. Di antaranya, digitalisasi penuh untuk layanan donasi dan pelaporan, pengembangan SDM amil secara berjenjang, inovasi program yang berkelanjutan, kolaborasi dengan fintech dan marketplace, hingga membangun positioning gerakan zakat yang kuat di mata publik.

Ia menambahkan, membangun kapabilitas juga berarti menumbuhkan semangat kompetisi kebaikan, memberikan penghargaan atas inovasi, dan memperluas dukungan dari lintas tokoh, ormas, influencer, maupun pemangku kepentingan lain. “Akselerasi harus dilakukan dengan menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi agar lembaga zakat tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pelopor perubahan positif di masyarakat,” tutupnya.