Kolaborasi FOZ dan J-PAL SEA Kaji Strategi Graduasi dalam Pengentasan Kemiskinan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Forum Zakat — Forum Zakat (FOZ) menghadiri diskusi strategis yang digelar Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab Asia Tenggara (J-PAL SEA) bertajuk “Mengembangkan Program Berbasis Pendekatan Graduasi Bersama Organisasi Pengelola Zakat di Indonesia” pada Selasa (4/11) di Marquee, Menara Karya, Jakarta.

Forum Zakat diwakili oleh Agus Budiyanto (Direktur Eksekutif), Humairoh Anahdi (Wakil Ketua Bidang Inovasi & Literasi), dan Teguh Samudra F (Senior Manager Bidang Inovasi & Literasi). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari workshop J-PAL SEA yang sebelumnya digelar pada 8 Oktober 2025, dengan fokus membahas konsep kolaborasi penerapan pendekatan graduasi untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Diskusi ini menyoroti pentingnya peran Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan melalui zakat produktif. Pendekatan graduasi dipandang sebagai strategi efektif untuk membantu rumah tangga miskin bertransformasi menuju kemandirian ekonomi dengan menggabungkan bantuan konsumsi, pelatihan keterampilan, akses modal usaha, dan pendampingan intensif.

Baca juga: Metode Graduasi Mustahik Dorong OPZ Buktikan Dampak Nyata Pengentasan Kemiskinan

Pendekatan Graduasi mengukur dampak keberhasilan program pengentasan kemiskinan melalui metode randomized control evaluation (evaluasi kontrol acak). Pendekatan Graduasi ini merupakan metode ilmiah yang digunakan Pemerintah Indonesia dan negara lain, sehingga memudahkan OPZ dalam mengembangkan dan memperluas programnya agar dapat diadopsi sebagai kebijakan publik.

Sinergi antara lembaga zakat dan lembaga riset seperti J-PAL menjadi langkah penting dalam merancang program berbasis bukti ilmiah. Zakat tidak hanya sebagai instrumen sosial, tetapi juga sebagai katalis ekonomi. Melalui pendekatan graduasi, OPZ dapat memastikan program pemberdayaan yang dijalankan benar-benar mengantarkan mustahik keluar dari kemiskinan.

Pertemuan ini juga menjadi ajang eksplorasi kolaborasi antara J-PAL SEA dan OPZ dalam mendesain serta menguji coba program graduasi di lapangan. Pembahasan meliputi pemetaan kapasitas lembaga zakat, perumusan komponen program, penetapan target penerima manfaat, serta penyusunan rencana pelaksanaan dan kajian dampak program.

Hasil dari kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan model pemberdayaan mustahik yang lebih terukur, efektif, dan dapat direplikasi secara luas. Melalui pendekatan berbasis data dan evaluasi dampak, zakat diyakini mampu menjadi motor penggerak utama dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.