Forum Zakat — Dalam semangat solidaritas dan kemanusiaan lintas batas, Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar Leaders Talk: Menuju Kolaborasi Palestina Gelombang V pada Senin, 16 Juni 2025. Acara yang berlangsung daring ini diikuti oleh para pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) anggota FOZ dari seluruh Indonesia, membahas konsolidasi, strategi, dan kesiapan teknis untuk penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina, khususnya wilayah Gaza Utara.
Turut hadir dalam forum ini, Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, yang memberikan arahan strategis terkait diplomasi kemanusiaan global. Hadir pula Kholaf Hibatulloh, Ketua Bidang Kolaborasi dan Sinergi FOZ, serta dipandu oleh Ahmad Habiby, Manager Bidang Kolaborasi dan Sinergi FOZ sebagai MC.
Leaders Talk ini menjadi titik lanjut dari empat gelombang bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan sebelumnya melalui sinergi multipihak antara FOZ, organisasi filantropi nasional, dan Pemerintah Republik Indonesia. Adapun rincian gelombang bantuan tersebut sebagai berikut:
- Gelombang I (2 November 2023): Sebanyak 51,5 ton bantuan kemanusiaan mitra kolaborasi: FOZ, BAZNAS RI, ParagonCorp, dan IHA.
- Gelombang II (3 November 2023): Penyaluran tambahan sebesar 21 ton bantuan dikirim melalui dua pesawat TNI AU sebagai bentuk lanjutan dari gelombang pertama. Diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat TNI AU. Prosesi pelepasan disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bersama
- Gelombang III (20 November 2023): FOZ dan IHA kembali menyalurkan 1 ton bantuan kemanusiaan sebagai respon lanjutan kondisi krisis Gaza.
- Gelombang IV (20 November 2024): Kolaborasi lintas lembaga termasuk FOZ, IHA, ParagonCorp, dan sejumlah LAZ anggota FOZ berhasil menyalurkan 12 truk bantuan dengan total 8.848 paket logistik dan pangan untuk masyarakat Gaza.
Kini, memasuki Gelombang V, Forum Zakat mencatat bahwa sebanyak 65 lembaga zakat anggota FOZ telah berkomitmen, baik melalui penggalangan maupun persiapan logistik bantuan. Penyaluran bantuan akan difokuskan ke wilayah Gaza Utara, yang saat ini masih mengalami kelaparan ekstrem dan minim bantuan akibat blokade berkepanjangan.
Dalam Leaders Talk, para pimpinan lembaga membahas secara mendalam berbagai aspek teknis dan strategi kolaboratif, termasuk penguatan rantai pasok, kesiapan gudang dan pengiriman, pemetaan mitra, serta validasi kebutuhan mendesak di lapangan.
Prof. Sudarnoto dalam arahannya menekankan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak boleh hanya berhenti pada simbolik semata. “Kita perlu bergerak secara taktis dan strategis melalui diplomasi, bantuan kemanusiaan, dan kolaborasi zakat untuk memastikan ketahanan rakyat Palestina tetap terjaga di tengah kekuatan politik dan militer global yang kompleks,” ungkapnya.
Sementara itu, FOZ melalui Kholaf Hibatulloh dan Ahmad Habiby menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan gerakan ini. Mereka menyampaikan bahwa kolaborasi bukan hanya soal pengumpulan bantuan, tetapi juga tentang memperkuat ekosistem zakat sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan Indonesia.
Forum Zakat mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat komitmen dalam gerakan bersama ini. Bantuan kemanusiaan ke Palestina bukan sekadar respon darurat, tapi bagian dari perjuangan jangka panjang untuk keadilan dan kemerdekaan rakyat Palestina.









