Wadah Berhimpunnya Lembaga Amil Zakat Dan Badan Amil Zakat

    Masker Tanda Cinta

    Masker Tanda Cinta

    Bagikan Ini :
    Ditulis oleh Center of Excellent Manager Rumah Zakat Action, Nurmansyah, S.Hum

     

    Semoga dengan memakai masker kita bisa mengurangi penyebaran virus Corona ini dan tentu dengan ini adalah wujud dari cinta kita kepada orang-orang yang kita sayangi, bagaimana menjaga mereka agar tetap sehat.

     

    Dimasa pandemic ini banyak keterbatasan yang di hadapi oleh masyarakat. Mulai dari mengurangi intensitas bepergian keluar rumah, membatasi kunjungan yang berpotensi adanya kerumunan, mengurangi untuk tidak menyentuh benda apapun di luar rumah dan harus menggunakan masker jika keluar rumah. Tentu hal ini menjadikan kebebasan yang kita miliki sebelumnya seakan memudar. Tapi ketahuilah bahwa anjuran atau himbauan terkait hal-hal di atas bukan menjadi penghalang kita untuk melanjutkan kehidupan. Dengan menjadi 3 M, roda kehidupan bisa terus berjalan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Menggunakan masker secara kasat mata memang menjadi penghalang kita berinteraksi. Yang biasanya bercerita, bercengkrama bahkan untuk menyuguhkan keramahan kita dengan senyuman pun menjadi kendala, karena hal tersebut tidak bisa terlihat seperti sedia kala.

    Seperti apa yang pernah disampaikan oleh Dirjen Pencegana dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. M. Subuh (suara.com) bahwa orang yang batuk mengeluarkan 3500 partikel dari mulutnya, sedangkan saat bersin diperkirakan ada 4500 hingga 1 juta partikel yang keluar dari mulut. Bisa kita bayangkan jika dua hingga tiga yang yang berbicara berdekatan tanpa menggunakan masker dan salah satunya batuk atau bersin, maka partikel tadi terhirup dan berkembang di dalam tubuh kita, apalagi jika kondisi tubuh kita menurun.

    Dalam sebuah laporan di Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) Amerika Serikat menyebutkan (kompas.com) bahwa dalam satu menit berbicara dapat menghasilkan lebih dari 1.000 tetesan yang mengandung virus. Dari hal ini bisa kita pelajari bersama bahwa fungsi masker adalah untuk mencegah partikel kecil yang biasa kita dengar droplet. Apalagi dengan diperketatnya aturan di masing-masing daerah harus menggunakan masker jika keluar dari rumah, baik itu ke pasar, ke kantor maupun ke tempat umum lainnya. Bahkan dengan merebaknya klaster baru di perkantoran, setiap karyawan pun di wajibkan menggunakan masker selama menjalani rutinitas harian. Namun kecenderungan di tengah-tengah masyarakat kita masker hanya menjadi aksesoris tambahan. Menggunakan masker, tapi tidak menutupi bagian hidung hingga dagu.

    Dalam webinar Gerakan Pakai Masker, dr. Grace Hananta, C.Ht memperagakan bagaimana cara penggunaan masker yang benar, antara lain sebagi berikut:
    1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir kemudian keringkan. Bisa juga membersihkan tangan dengan cairan hand sanitizer.

    1. Pastikan masker yang akan digunakan bersih
    2. Pakai masker dikaitkan ke kepala bagian belakang atau dikaitkan ke telinga
    3. Masker menutupi bagian hidung, mulut dan dagu. Bukan digantung di bawah dagu, apalagi Cuma hanya digantung seperti celemek
    4. Jangan menyentuh bagian tengah masker selama dipakai
    5. Penggunaan masker yang sama maksimal empat jam, namun jika masker sudah kotor atau basah sebelum empat jam silahkan diganti dengan masker yang baru.
    6. Melepaskan masker diawali dengan mencuci tangan kembali seperti poin pertama dia atas,kemudian lepaskan kaitan ikatan masker (di kepala bagian belakang/telinga
    7. Jangan menyentuh bagian masker selain ikatannya
    8. Masukkan masker yang sudah dipakai ke dalam wadah (sementara) tertutup baik untuk di cuci maupun untuk dibuang. Untuk mencegah pemakaian ulang masker sekali pakai, baiknya di rusak bagian masker dengan cara di gunting. Sedangkan untuk masker kain yang akan dipakai berulang, cuci dengan deterjen, dibilas hingga bersih dan kemur di bawah terik matahari. (*)

     

    Bagikan Ini :

    Leave a Reply

    Close Menu